Elensia Elyora Divonis 12 Tahun Penjara Usai Aniaya Wanita Hamil hingga Janinnya Meninggal Dunia

Terdakwa Elensia Elyora Perangin-angin saat menjalani sidang pembacaan putusan di PN Medan. (Foto: Deddy/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Elensia Elyora Perangin-angin, 26 tahun, warga Jalan Setia Budi Ujung, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (9/7/2025).
Dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra 3 PN Medan, Ketua Majelis Hakim Frans Effendi Manurung menyatakan Elensia terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita hamil bernama Etri Wati Purba, yang mengakibatkan janin dalam kandungan korban meninggal dunia.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Elensia Elyora Perangin-angin dengan pidana penjara selama 12 tahun," ujar Hakim Frans saat membacakan amar putusan.
Hakim menyatakan perbuatan terdakwa melanggar Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang merupakan perubahan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002.
Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyebutkan bahwa hal yang memberatkan adalah meninggalnya janin dalam kandungan korban serta duka mendalam yang dialami korban dan keluarganya.
Sementara hal yang meringankan adalah sikap sopan terdakwa selama persidangan, pengakuan serta penyesalan atas perbuatannya, dan fakta bahwa terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya.
Setelah pembacaan putusan, hakim memberikan waktu tujuh hari bagi terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menyatakan sikap, apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan tersebut.
Vonis 12 tahun yang dijatuhkan majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU dari Kejaksaan Negeri Medan, Vina Monika, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun.
Latar Belakang Kasus
Kasus penganiayaan ini terjadi di sebuah warung kopi di Jalan Setia Budi Ujung, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Sabtu (7/9/2024). Perkelahian antara Elensia dan korban, Etri Wati Purba, dipicu oleh dugaan perselingkuhan antara Elensia dengan suami korban.
Dalam perkelahian tersebut, Elensia diduga menginjak perut korban yang sedang mengandung, sehingga menyebabkan janin dalam kandungan meninggal dunia. Tidak terima atas kejadian itu, korban kemudian melaporkan Elensia ke pihak kepolisian. (deddy/hm27)