NATO Catat Sejarah: Semua Anggota Penuhi Target 2% PDB untuk Pertahanan

Bendera NATO berkibar dengan latar belakang tentara. (foto:reuters/mistar)
Paris, MISTAR.ID
NATO menyatakan seluruh anggota aliansi untuk pertama kalinya akan membelanjakan sedikitnya 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka untuk pertahanan pada tahun ini. Target ini ditetapkan lebih dari satu dekade lalu namun baru tercapai pada 2025.
Menurut data pengeluaran pertahanan yang dipublikasikan NATO, Kamis (28/8/2025), tiga negara yakni Polandia, Lithuania, dan Latvia berada di jalur untuk memenuhi target lebih ambisius, yaitu 3,5% dari PDB. Target ini sebelumnya disepakati dalam pertemuan puncak NATO di Belanda pada Juni lalu.
Negara-negara anggota NATO di Eropa meningkatkan anggaran pertahanan mereka pasca-invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Dorongan juga datang dari kritik Presiden AS Donald Trump yang menilai sekutu tidak membelanjakan cukup untuk keamanan kolektif.
“Pada 2025, semua sekutu diharapkan memenuhi atau melampaui target investasi minimal 2% dari PDB untuk pertahanan, dibanding hanya tiga negara pada 2014,” tulis NATO dalam laporannya.
Sejak satu dekade terakhir, sekutu Eropa dan Kanada konsisten menaikkan anggaran pertahanan. Tahun ini, belanja pertahanan negara-negara NATO Eropa dan Kanada diperkirakan mencapai lebih dari US$607 miliar, naik dari US$516 miliar pada 2024. Jika digabung dengan Amerika Serikat, total belanja pertahanan aliansi diperkirakan mencapai US$1,6 triliun pada 2025.
Selain itu, hampir semua negara anggota NATO kecuali Belgia diproyeksikan memenuhi target tambahan, yakni mengalokasikan minimal 20% anggaran pertahanan untuk peralatan utama. Polandia bahkan memimpin dengan 54% dari total anggaran pertahanannya digunakan untuk belanja peralatan militer.
Ke depan, NATO menegaskan komitmen agar sekutu tidak hanya mencapai target minimal 2%, tetapi juga menyalurkan dana untuk ketahanan, kesiapan, serta industri pertahanan yang lebih kuat. (**/hm16)