Kondisi Terkini Demonstran yang Diduga Diinjak Oknum Anggota Kasat Reskrim Polrestabes Medan

Screenshot layar video yang kini viral di media sosial. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kondisi demonstran yang diduga diinjak oknum anggota Kasat Reskrim Polrestabes Medan masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Malahayati Medan.
Sebelumnya, seorang demonstran kejang-kejang setelah diinjak oknum pria yang diduga sebagai anggota polisi dan belakangan disebut-sebut, pria tersebut merupakan anggota Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto yang viral di media sosial.
Setelah kejadian itu, kondisi terbaru dari sempat tak terdengar sehingga banyak dari masyarakat yang ingin mengetahui terkait kondisi korban saat ini.
Dari informasi yang dihimpun Mistar dari salah satu sumber yang dapat dipercaya. Setelah kejadian tersebut, korban sempat dilarikan ke RS Malahayati Medan, untuk mendapatkan pertolongan medis. Dimana, setelah kepalanya diinjak oleh salah satu pria yang diduga polisi korban sempat alami kejang-kejang.
Kata sumber, korban dalam video tersebut diketahui bernama Delvero Sitompul, mahasiswa Politeknik Medan (Polmed) jurusan Teknik Sipil 6c. Setelah kejadian, korban sempat dilarikan ke rumah sakit karena kejang-kejang.
Namun, anehnya lanjut sumber, setelah korban dibawa ke RS Malahayati Medan Handphone (HP) milik korban masih ditahan polisi.
“Korban atas nama Delvero Sitompul, mahasiswa Politeknik Medan (Polmed) jurusan Teknik Sipil 6c. Korban Mengalami kekerasan oleh Polisi, Hp ditahan sama pihak intel dan sempat dirawat di RS Malahayati Medan,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya, saat dihubungi Mistar, Jumat (29/8/2025).
Menurut sumber, untuk kondisi korban saat ini sudah mulai membaik dan posisinya dirawat di kostnya. Namun berdasarkan arahan dari pihak rumah sakit, apabila korban kembali alami kejang-kejang akan dibawa ke RS kembali.
“Sekarang korban sudah dirawat di kos. Kata RS kalau kejang-kejang lagi di bawa ke RS lagi. Mudah-mudahan bisa segera pulih,” ucap sumber.
Sebelumnya, tindakan anarkis kembali ditunjukkan aparat kepolisian saat melakukan kegiatan pengamanan kegiatan demonstrasi di depan gedung DPRD Sumut, Selasa (26/8/2025).
Mirisnya, para pelaku yang diduga anak buah dari Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto menginjak kepala demonstran hingga kejang-kejang.
Aksi tak terpuji itu jelas terlihat di dalam video yang direkam warga saat kejadian berlangsung dan kini video tersebut viral di media sosial. Sehingga mendapatkan berbagai komentar serta kecaman dari masyarakat.
Dalam video yang diterima Mistar Rabu (27/8/2025). Video penganiayaan itu kurang dari dua menit, didalamnya turut memperlihatkan empat orang yang diduga anggota polisi menganiaya demonstrasi hingga kejang-kejang.
Mirisnya, aksi penganiayaan itu dilakukan didepan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto, dimana di dalam video tersebut. Jelas terlihat sosok AKBP Bayu sedang berada di lokasi dengan menggunakan kemeja lengan pendek warna putih.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto saat dikonfirmasi Mistar mengaku akan segera memastikan kebenaran dari video tersebut.
“Dicek dulu,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto saat dikonfirmasi Mistar, Rabu (27/8/2025) siang.
Awalnya, empat pria berbadan tegap menarik seorang demonstran. Diantara keempat, ada yang berperan sebagai orang yang menarik baju korban, tangan korban dan juga yang berperan sebagai orang yang menjambak rambut.
Sambil menarik korban ke areal kantor Bank Mandiri di Jalan Imam Bonjol Medan, salah satu dari pria tersebut menginjak kepala korban ke tanah hingga kejang-kejang.
Setelah korban diinjak, terlihat seorang pria yang diduga Kasat Reskrim Polrestabes Medan langsung mendatangi lokasi. Sejumlah warga yang juga berada di sempat meneriaki pelaku penganiayaan tersebut yang belakangan diduga sebagai anggota polisi.
Adapun ciri-ciri pria menginjak kepala korban yang belakangan diduga sebagai anggota Opsnal Polrestabes Medan. Pria itu cukup berumur dan menggunakan baju switer warna biru garis-garis putih dan topi warna krem serta menggunakan masker warna putih.
Sementara itu, dari sisi lain, juga terlihat seorang pria dengan menggunakan topi warna hitam, baju olahraga bisbol dan celana jeans juga ikut serta dalam aksi pemukulan tersebut.
Belakangan, pria yang menggunakan baju olahraga bisbol tersebut, disebut-sebut sebagai anggota Kasat Reskrim Polrestabes Medan dengan jabatan, Kanit Reserse Mobile (Kanit Resmob) Polrestabes Medan inisial Iptu ES. (Matius/hm18)