Antisipasi Geng Motor, Polres Batu Bara Gencarkan Patroli Malam

Ilustrasi geng motor. (Foto: Prfmnews)
Batu Bara, MISTAR.ID
Aksi geng motor (gemot) dalam sepuluh hari terakhir di Kabupaten Batu Bara mengakibatkan rasa khawatir pada warga, terlebih yang beraktivitas hingga larut malam.
Menyikapi hal itu, Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson HH Nainggolan menginstruksikan satuan di Polres Batu Bara beserta Polsek jajaran untuk mengintensifkan patroli di daerah-daerah rawan pada saat menjelang tengah malam hingga subuh.
"Kapolres telah menginstruksikan seluruh personel untuk menggiatkan patroli, terlebih menjelang tengah malam hingga subuh di daerah rawan di seluruh wilayah hukum Polres Batu Bara," jelas Kasi Humas Polres Batu Bara, AKP Ahmad Fahmi, Jumat (29/8/2025).
Untuk diketahui, insiden penyerangan yang diduga dilakukan gemot terjadi di sebuah kafe di Dusun V, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 00.30 WIB. Sekelompok pemuda yang membawa senjata tajam menyerang kafe yang biasa dijadikan tempat tongkrongan anak muda.
Saat kejadian, terdapat tiga pemuda yakni Mulhim, 24 tahun, Alwi, 24 tahun, dan Ebi, 18 tahun, yang sedang duduk santai sambil menikmati kopi dan memainkan ponsel mereka. Tanpa peringatan, mereka diserang dua orang pemuda yang mengacungkan senjata tajam jenis arit.
Ketiga pemuda tersebut berhasil melarikan diri ke arah belakang kafe. Sementara dua pelaku yang gagal mengejar, bersama satu pelaku lainnya, melampiaskan amarah mereka dengan merusak meja dan kursi menggunakan senjata tajam.
Setelah itu, sekelompok pemuda diduga gemot menyerang rombongan jaran kepang yang baru pulang dari suatu hajatan di Kecamatan Tanjung Tiram, Senin (25/8/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
Dua anggota jaran kepang disebutkan mengalami luka serius akibat tusukan senjata tajam dan lemparan batu setelah diserang gemot di daerah Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
"Selain mengantisipasi gemot, patroli malam dimaksudkan mencegah aksi begal, tawuran antarremaja, dan premanisme," tutur Fahmi. (ebson/hm25)