Akademisi USI Kritik Kenaikan HET Beras Medium: Bebani Masyarakat Menengah ke Bawah

Akademisi Universitas Simalungun (USI), Darwin Damanik. (Foto: Dok Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Akademisi Universitas Simalungun (USI), Darwin Damanik, mengkritik kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium.
Sebab, menurutnya dapat memicu lonjakan harga di pasaran dan memberatkan daya beli masyarakat.
"Sejak tanggal 22 kemarin, memang sudah ditetapkan HET beras medium satu harga secara nasional dan ini berdampak pada naiknya harga beras premium di pasar," ujar Darwin Damanik, Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, keputusan pemerintah ini berdampak pada masyarakat kalangan bawah dan daya beli melemah imbas jika ada kenaikan harga beras.
"Bagi masyarakat menengah ke bawah pasti akan merasakan sekali dampaknya, di saat daya beli masyarakat melemah dan pendapatan masyarakat yang rendah, harga beras kembali naik maka warga akan terbebani. Warga miskin atau rentan tidak memiliki pilihan," ujarnya.
Sedangkan pada masyarakat kalangan atas keputusan ini tidak akan berdampak signifikan. “Jumlah masyarakat menengah ke bawah jauh lebih banyak di Indonesia dibandingkan masyarakat kelas atas,” tuturnya.
Dilanjutkannya, “hal ini berbanding lurus pada belanja pangan masyarakat menengah ke bawah tentunya lebih besar dibandingkan masyarakat kelas atas.”
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menaikkan HET beras medium sesuai Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras yang ditetapkan pada 22 Agustus 2025.
Dalam aturan baru tersebut, kenaikan harga ditentukan per zona. HET beras medium di zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, serta Bali dan Nusa Tenggara Barat) ditetapkan Rp13.500 per kilogram (kg). Angka ini naik dari sebelumnya Rp12.500 per kg.
Untuk zona 2 yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan Sulawesi, HET beras medium naik dari Rp13.100 menjadi Rp14.000 per kg.
Sementara itu, zona 3 yang mencakup Maluku dan Papua kini memiliki HET beras medium Rp15.500 per kg, dari sebelumnya Rp13.500 per kg. (hamzah/hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Ikan di Pematangsiantar Masih TinggiNEXT ARTICLE
IHSG Tertekan Aksi Demo