IDAI Sumut Pakai Baju Hitam Sepanjang Mei sebagai Bentuk Duka dan Protes


Ilustrasi dokter anak yang memakai pakaian hitam. (f:ist/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara (Sumut) akan mengenakan baju hitam selama bulan Mei 2025.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk ekspresi duka dan protes simbolik atas situasi yang dinilai tidak mendukung kebebasan menyampaikan aspirasi dalam pelayanan kesehatan.
Ketua IDAI Sumut, dr Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A (K) menyebut, penggunaan pakaian hitam merupakan lanjutan dari aksi doa bersama yang dilakukan, pada Senin (5/5/2025) hingga Rabu (7/5/2025).
"Ya selama satu bulan ini, sampai dengan Sabtu (31/5/2025), kita (IDAI) akan memakai baju yang warna hitam lah ya," ujarnya kepada Mistar, Sabtu (10/5/2025).
Sebelumnya, kata Rizky, para dokter anak telah menunjukkan solidaritas mereka melalui pemakaian pita hitam di lengan saat memberikan pelayanan medis. Namun aksi ini mendapat tindakan yang dinilai represif.
"Pada waktu itu, ada aksi kita memasang pita hitam di lengan sebagai wujud berduka. Namun ada tindakan represif, siapa yang memberikan pelayanan menggunakan pita hitam, nanti di foto atau ada semacam upaya menakut-nakuti lagi juga," tuturnya.
Atas dasar itu, kata Rizky, mengambil sikap dan akhirnya berpikir, kalau dilarang menggunakan pita hitam, maka sekalian saja memakai baju hitam sebagai tanda, bahwa duka yang dialami sudah lebih luas lagi.
Selain itu, Rizky menyampaikan, jika beberapa waktu lalu, IDAI telah diundang Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI dan sudah menjelaskan kondisi yang saat ini terjadi.
"Kemarin kita sudah sampaikan, mungkin ada tindak lanjut dari BAM. Saya belum tahu tindak lanjut seperti apa, tapi ada rencana mau pertemuan lagi dengan Komisi IX DPR RI dalam waktu dekat," katanya. (berry/hm27)