Saturday, August 30, 2025
home_banner_first
KESEHATAN

Sergai Tidak Alami KLB Campak Meski Sumut Alami Peningkatan

journalist-avatar-top
Jumat, 29 Agustus 2025 16.33
sergai_tidak_alami_klb_campak_meski_sumut_alami_peningkatan

Kadis Kominfo Sergai Ingan Malem Tarigan saat memberikan keterangan. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID

Meski Sumatera Utara mencatat peningkatan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 46 wilayah sepanjang 2025, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dipastikan tidak mengalami KLB.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai, Ingan Tarigan, pada Jumat (29/8/2025), berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai.

Data Kasus Campak di Sergai 2025

Hingga Juli 2025, terdapat 9 pasien campak positif di Kabupaten Sergai yang tersebar di lima kecamatan yakni di Kecamatan Sei Rampah 2 kasus, Kotarih 3 kasus, Perbaungan 1 kasus, Tanjung Beringin 2 kasus, dan Kecamatan Tebing Tinggi 1 kasus.

Ingan menjelaskan bahwa kasus tersebut masih dalam batas wajar dan tidak memenuhi kriteria penetapan KLB.

Cakupan Imunisasi Campak di Sergai

Realisasi imunisasi campak di Kabupaten Sergai menunjukkan, pada tahun 2024: Usia 9 bulan 93,5%, dan Usia 18 bulan 85,3%. Kemudian, Januari–Juli 2025: Usia 9 bulan 45,7%, dan Usia 18 bulan: 42,4%.

"Pada Tahun 2025 bulan Januari hingga Juli capaian imunisasi campak 9 bulan telah dilakukan di Puskesmas Sei rampah 60℅, Kotarih 31,9℅, Perbaungan 40,8%, Tanjung Beringin 30,3℅, dan Naga Kesiangan 30℅ . Sedangkan imunisasi 18 bulan dilakukan di Puskesmas Seirampah 59%, Kotarih 25%, Perbaungan 39%, Tanjung Beringin 25 % dan Naga Kesiangan 30%" tuturnya merinci.

Gejala dan Tindakan Penanganan

Mayoritas pasien datang dengan gejala demam tinggi, ruam di wajah dan tubuh, batuk, pilek, mata merah dan berair, serta nafsu makan menurun.

Prosedur penanganan:

- Pelacakan kontak erat dilakukan oleh petugas surveilans dan bidan desa.

- Sampel darah dikirim ke provinsi untuk pengujian laboratorium.

- Pasien dianjurkan isolasi mandiri di rumah.

- Obat-obatan yang diberikan antara lain:

- Vitamin A 200.000 IU (2x dalam 1 minggu)

- Paracetamol, Amoxicillin, Ambroxol, Cetirizine dalam bentuk sirup sesuai dosis anak.

Faktor Penyebab dan Langkah Antisipasi

Dari hasil wawancara keluarga, ditemukan:

- Sebagian pasien tidak pernah diimunisasi karena sering sakit saat jadwal imunisasi.

- Ada pasien yang hanya mendapat 1 kali vaksin saat usia 9 bulan.

- Sebagian tertular dari anggota keluarga yang lebih tua.

Langkah pencegahan yang dilakukan petugas kesehatan:

- Edukasi cuci tangan pakai sabun selama 40–60 detik.

- Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol minimal 20–30 detik.

- Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci.

Kesimpulan: Meskipun ada beberapa kasus campak positif, Kabupaten Sergai tidak termasuk dalam wilayah KLB. Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus melakukan pemantauan aktif, edukasi masyarakat, dan percepatan imunisasi untuk mencegah penyebaran lebih luas. (damanik/hm27)

REPORTER:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN