Mahasiswa UINSU dan Petugas Kesehatan Salurkan Obat Cacing di Desa Gambus Laut

Mahasiswa UINSU bersama petugas kesehatan salurkan obat cacing di Desa Gambus Laut. (foto: Dokumentasi Mahasiswa)
Medan, MISTAR.ID
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) bersama petugas kesehatan setempat menyalurkan obat cacing secara massal kepada masyarakat Desa Gambus Laut, Kabupaten Batu Bara, dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Agustus 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari di sejumlah lokasi berbeda seperti sekolah, posyandu, dan balai desa. Tujuannya untuk menekan angka infeksi cacing yang masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia, khususnya pada anak-anak.
Sasaran utama program ini adalah anak usia sekolah dan balita—dua kelompok yang paling rentan terhadap infeksi cacing. Pembagian obat dilakukan di tingkat SD, SMP, hingga SMA. Sementara itu, di posyandu, para ibu membawa balita mereka untuk mendapat pemeriksaan tumbuh kembang sekaligus pemberian obat cacing secara gratis.
Sebelum pembagian obat, warga dan pelajar diberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Ketua KKN Kelompok 3, Ade Ilham Kesuma, menyampaikan program ini menjadi pengalaman berharga karena mereka dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat dan turut berkontribusi dalam upaya preventif di bidang kesehatan.
“Infeksi cacing masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak. Ini bisa menyebabkan anemia, kekurangan gizi, bahkan menghambat tumbuh kembang,” ujar Ade, Jumat (29/8/2025).
Ia juga menyinggung kasus seorang anak bernama Raya, berusia empat tahun, yang meninggal akibat komplikasi infeksi cacing. Tragedi itu, kata dia, menjadi peringatan penting mengenai perlunya intervensi preventif dan kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Wakil Ketua KKN, Maharani Zahra Nasution, menambahkan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta menurunkan prevalensi infeksi cacing di daerah tersebut.
“Kegiatan preventif seperti ini harus terus digencarkan agar anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan mampu meraih prestasi,” ujarnya.
Salah satu bidan desa yang ikut dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kehadiran mahasiswa. “Mereka sangat membantu, bukan hanya dalam pendistribusian obat tapi juga dalam memberikan edukasi yang mudah dipahami masyarakat,” tuturnya. (susan/hm24)
PREVIOUS ARTICLE
Sergai Tidak Alami KLB Campak Meski Sumut Alami Peningkatan