#SelamatkanIndonesia: Saatnya Pemerintah Berbenah, Rakyat Bersatu

Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia, Muzammil Ihsan. (foto:istimewa/mistar)
oleh Muzammil Ihsan, Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia
Pendahuluan
Indonesia akhir-akhir ini tengah diguncang keresahan yang semakin besar. Bukan semata karena aksi-aksi di jalanan yang dituding anarkis, melainkan karena akar persoalan bangsa yang tak kunjung diselesaikan. Korupsi yang merajalela, hukum yang dipolitisasi, sejarah yang dipelintir demi keuntungan segelintir elit, serta kebijakan negara yang sering kali abai terhadap kepentingan rakyat, menjadi sumber kemarahan yang menumpuk.
Kemarahan rakyat yang tumpah di jalan bukanlah tanpa sebab, melainkan jeritan yang lahir dari rasa ketidakadilan yang sudah lama dipendam.
Pemerintah harus tegas menyelesaikan substansi persoalan, bukan sekadar membungkam rakyat dengan menakut-nakuti senjata. Tragedi meninggalnya almarhum Affan yang terlindas mobil trantis Brimob adalah bukti nyata bahwa aparat harus direformasi menyeluruh, dan negara wajib bertanggung jawab penuh dengan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
Reformasi kepolisian dan DPR tidak bisa ditunda lagi, karena kedua institusi ini seharusnya menjadi pengayom dan wakil rakyat, bukan alat represi dan pelayan kepentingan oligarki.
Baca Juga: Mahasiswa Malaysia Gelar Demo Solidaritas untuk Pedemo Indonesia di Depan KBRI Kuala Lumpur
Langkah konkret harus segera diambil, salah satunya dengan membahas dan mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk mencegah praktik korupsi yang merusak sendi bangsa. Begitu juga dengan berbagai rancangan undang-undang yang berdampak langsung pada rakyat kecil, harus diprioritaskan, bukan dikesampingkan.
Pajak jangan terus-menerus dibebankan kepada rakyat kecil, sementara kebocoran anggaran akibat korupsi dibiarkan. Anggaran DPR pun harus dievaluasi dan diperkecil, lalu dialihkan demi kepentingan rakyat.
Kabinet pemerintahan harus direvolusi. Ini bukan lagi soal bagi-bagi kursi kekuasaan, melainkan soal profesionalitas dan keahlian yang benar-benar dibutuhkan bangsa.
BUMN juga harus diaudit menyeluruh agar terbebas dari praktik kotor korupsi dan nepotisme. DPR dan kabinet wajib memiliki ukuran kinerja yang jelas agar bisa dinilai rakyat, bukan sekadar simbol kekuasaan.
Pihak-pihak yang ditangkap karena menyampaikan aspirasi harus dibebaskan. Menyuarakan kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Gerakan rakyat harus tetap murni sebagai suara nurani, bukan sebagai alat penghancur negeri.
Baca Juga: Ramai Selebritis Indonesia Unggah Emoticon Bunga Mawar Layu Buntut Mobil Rantis Brimob Melindas Ojol
Saatnya #SelamatkanIndonesia
Namun, menyelamatkan Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua. Masyarakat harus bersatu, tidak mudah terprovokasi, dan menjaga fasilitas umum yang menjadi milik bersama.
Kini saatnya kita bersuara lebih lantang: #SelamatkanIndonesia. Pemerintah wajib segera berbenah, mendengarkan aspirasi rakyat, dan menegakkan keadilan. Di saat yang sama, masyarakat harus turut menjaga persatuan agar arah bangsa kembali ke jalurnya.
Masa depan negeri ini bukan milik segelintir elit, melainkan hak seluruh rakyat Indonesia yang ingin hidup adil, makmur, dan bermartabat. (**/hm16)
PREVIOUS ARTICLE
Penjarahan Massa Terhadap Rumah Anggota DPR RI dan Pejabat: Sebuah Tinjauan Sosiologis