Dokter Sebut Kelompok Pekerja Berikut Berisiko Terkena Penyakit Leptospirosis

Salah seorang pekerja yang berisiko terkena penyakit leptospirosis (foto: Adil/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Dokter Rumah Sakit Umum Alfuadi, dr M Allif Maulana Syafrin Lubis memberitahukan sejumlah kelompok pekerja yang berisiko terkena penyakit leptospirosis atau kencing tikus.
"Penularan penyakit leptospirosis dapat terjadi pada siapa saja tanpa terkecuali. Namun faktor risiko yang mempengaruhi penularan penyakit tersebut dapat berupa lingkungan sekitar," ujarnya kepada Mistar, Jumat (29/8/2025).
Allif menyebutkan beberapa kelompok yang berisiko utama seperti para petani, peternakan, rumah pemotongan hewan, tukang ledeng, buruh tambang batubara, militer, tukang susu hingga tukang jahit.
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Binjai itu turut mengatakan, ancaman terkena penyakit leptospirosis juga berlaku bagi yang memiliki hobi melakukan aktivitas di danau atau sungai, seperti berenang atau rafting (arung jeram).
"Aktivitas yang berisiko juga seperti perjalanan rekreasi ke daerah tropis dengan berperahu, mendaki, memancing, selancar air, berenang, ski air, berkendara roda dua melalui genangan, dan olahraga yang berhubungan dengan air tercemar atau berpergian ke daerah endemik," katanya.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu juga menegaskan, makanan atau minuman kemasan yang terkontaminasi dapat juga menjadi penyebab terjadinya leptospirosis.
"Misalnya minuman tin atau minuman kaleng, makanan kemasan yang terkontaminasi urin tikus dan dikonsumsi tanpa dibersihkan terlebih dahulu oleh masyarakat," tuturnya.
Allif turut menyebutkan tempat yang dapat menjadi faktor risiko terinfeksi leptospirosis misalnya daerah rawan banjir, banyaknya genangan air, lingkungan menjadi becek.
"Kemudian tempat yang berlumpur, sanitasi lingkungan yang kurang baik, wilayah dengan populasi tikus tinggi, serta banyak timbunan sampah yang menyebabkan mudahnya bakteri leptospira berkembang biak," ucapnya. (Berry/hm18)
PREVIOUS ARTICLE
Antisipasi KLB Campak, Dinkes Batu Bara Gencarkan Imunisasi BIAS