Sunday, August 31, 2025
home_banner_first
EKONOMI

Penyaluran Beras SPHP di Sumut Capai 467 Titik, Target GPM Terlampaui

journalist-avatar-top
Sabtu, 30 Agustus 2025 18.25
penyaluran_beras_sphp_di_sumut_capai_467_titik_target_gpm_terlampaui

Ilustrasi, Penyaluran Beras SPHP. (foto:dokumentasi/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengungkapkan bahwa penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kini mencakup 467 titik di seluruh wilayah Sumut. Angka ini melampaui jumlah kecamatan yang ada, menandakan dukungan kuat dari berbagai pihak terkait.

“Hari ini ada 467 titik, termasuk titik-titik dari Bulog, Rumah Pangan Kita, Polri, TNI, dan lainnya,” kata Budi pada Sabtu (30/8/2025).

Budi juga menegaskan bahwa seluruh pihak telah bersinergi dengan Bulog untuk menstabilkan harga beras di pasar. Dengan adanya panen raya yang sedang berlangsung, ia optimis harga beras akan turun dalam satu hingga dua minggu ke depan.

Harga Beras di Sumut dan Mekanisme Beras SPHP

Budi menjelaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium di wilayah Sumatera Utara (Zona 2) kini naik menjadi Rp14.000 per kilogram (kg), sementara harga beras premium mencapai Rp14.500 per kg.

Namun, beras SPHP memiliki mekanisme harga yang berbeda. Harga maksimal beras SPHP di depan gudang Bulog adalah Rp11.300 per kg.

“Pada acara Gerakan Pangan Murah (GPM), harga beras SPHP bisa disamakan dengan harga di gudang, berkat subsidi biaya angkut dari Bank Indonesia. Kami juga mengimbau pemerintah daerah di seluruh kabupaten/kota untuk menggalakkan kegiatan serupa,” ujar Budi.

Target Penyaluran GPM Dicapai Lebih Cepat

Budi juga mengungkapkan bahwa target penyaluran harian untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) sebesar 414 ton berhasil terlampaui. Bahkan, pada hari itu, penyaluran GPM mencapai 1.059 ton.

Untuk pembelian beras SPHP, Budi menjelaskan bahwa tidak diperlukan KTP sebagai syarat. Namun, setiap pembeli dibatasi untuk membeli maksimal dua karung atau 10 kg. Aturan ini diterapkan untuk memastikan lebih banyak masyarakat dapat membeli beras dengan harga terjangkau. (susan/hm27)

REPORTER:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN