Kekurangan 607 Murid, Kadisdik Siantar Soroti Disiplin Guru dan Tampilan Sekolah

Kadisdik Pematangsiantar M Hamdani Lubis saat diwawancarai. (foto: jonatan/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar, M Hamdani Lubis, angkat bicara terkait kekurangan ratusan murid di sejumlah SMP Negeri pada tahun ajaran 2025/2026. Ia menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan belum terpenuhinya kuota siswa.
Menurut Hamdani, penyebab utamanya adalah rendahnya kedisiplinan tenaga pendidik, kesejahteraan guru, hingga kondisi fisik bangunan sekolah yang kurang menarik.
“Kalau faktor yang lainnya kami sudah mengidentifikasi. Bahkan sejak tahun anggaran 2025, kami sedikit memberikan polesan berupa akan mempercantik satuan pendidikan dengan melakukan pengecatan. Mudah-mudahan dengan tampilan yang menarik bisa menumbuhkan minat para orang tua untuk menyekolahkan anaknya (di sekolah negeri),” ujar Hamdani usai menghadiri rapat paripurna di Gedung Harungguan DPRD Pematangsiantar, Senin (14/7/2025).
Baca Juga: Komisi III DPRD Pematangsiantar Desak Evaluasi Kadisdik Terkait Kekurangan Murid SMP Negeri
Mantan Kabag Hukum Setdako Pematangsiantar ini menekankan bahwa masalah utama ada pada tingkat kedisiplinan guru. Hal itu, menurutnya, menjadi pertimbangan penting bagi orang tua dalam memilih sekolah.
“Ini menjadi faktor utama karena setiap orang tua menginginkan anaknya bersekolah di tempat yang terbaik dengan tingkat kedisiplinan yang baik pula. Kita juga sudah berupaya selama ini memperbaiki permasalahan kesejahteraan guru,” tuturnya.
Ia menambahkan, perubahan pola pikir (mindset) tenaga pendidik menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dinas Pendidikan. Upaya ini tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi memerlukan tahapan dan proses berkelanjutan.
“Merubah mindset itu tidak bisa cepat, perlu proses tahapan yang akan kita perbaiki secara pelan-pelan,” kata Hamdani.
Dani, sapaan akrabnya, tidak menampik bahwa tren penurunan jumlah murid SMP Negeri terjadi hampir setiap tahun. Ia memandang kondisi ini sebagai pelajaran penting untuk perbaikan internal.
“Memang tiap tahun trennya menurun. Semua data-data ini kami rasa bagus, agar semua pihak bisa, termasuk Disdik Pematangsiantar yang paling utama untuk introspeksi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, sembilan SMP Negeri di Kota Pematangsiantar belum memenuhi kuota Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Total kekurangan mencapai 607 murid dari 3.584 kursi yang tersedia.
Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2025/2026 telah dimulai hari ini. Dari 14 SMP Negeri yang ada, lima sekolah telah memenuhi kuota, yakni SMP Negeri 1, 2, 4, 6, dan 7. (Jonatan/hm17)