Sunday, August 31, 2025
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Lubang Menganga di Jalan Siantar–Perdagangan Ancam Keselamatan dan Ganggu Aktivitas Publik

journalist-avatar-top
Minggu, 31 Agustus 2025 17.20
lubang_menganga_di_jalan_siantarperdagangan_ancam_keselamatan_dan_ganggu_aktivitas_publik

Pengendara sepeda motor terpaksa zig-zag menghindari lubang di Jalan Pematangsiantar–Perdagangan. (foto:indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Kondisi jalan lintas Pematangsiantar–Perdagangan, tepatnya di wilayah Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, semakin memprihatinkan.

Jalur utama antarwilayah tersebut dipenuhi lubang dengan berbagai ukuran dan kedalaman, sehingga kerap menimbulkan kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk.

Pantauan di lapangan, Minggu (31/8/2025), kendaraan roda empat maupun roda dua terpaksa melambat dan berhati-hati saat melintas. Bahkan, dua mobil tampak berhenti akibat lubang lebar di badan jalan, sementara pengendara motor memilih menghindar ke sisi jalan yang lebih rata.

Kondisi ini tidak hanya memperlambat arus lalu lintas, tetapi juga sangat berpotensi memicu kecelakaan. Apalagi, lokasi jalan rusak berada di kawasan strategis yang dekat dengan Korem 022/Pantai Timur, sekolah dasar hingga universitas, serta sejumlah perkantoran penting seperti Kejaksaan, Pengadilan, dan MUI Simalungun.

Sejumlah pengendara mengaku sudah lama mengeluhkan keadaan tersebut.

“Kalau hujan makin bahaya, lubang tertutup air. Sering mobil oleng atau motor jatuh. Seharusnya segera diperbaiki, ini kan jalur utama,” ujar seorang pedagang bakso keliling yang ditemui di lokasi.

Selain rawan kecelakaan, jalan berlubang juga menimbulkan kerugian material bagi pengendara. Tidak sedikit mobil dan motor yang mengalami kerusakan, mulai dari ban pecah, velg bengkok, hingga suspensi rusak akibat menghantam lubang dalam.

“Kalau sudah kena lubang, siap-siap ke bengkel. Biayanya bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Ini sangat merugikan kami,” kata Andri, sopir angkutan umum jurusan Pematangsiantar–Perdagangan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun tangan. Mereka menilai perbaikan jalan ini mendesak, mengingat jalur tersebut menjadi urat nadi transportasi, akses pendidikan, hingga layanan publik di Kabupaten Simalungun. (indra/hm16)

REPORTER:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN