Distribusi Terkendala, Penyaluran Bantuan Pangan di Nias Diperpanjang hingga 10 September

Masyarakat antre mengambil bantuan pangan berupa beras. (foto: amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) di wilayahnya telah mencapai 100 persen, kecuali di sejumlah daerah terpencil di Kepulauan Nias. Bulog pun mengajukan perpanjangan waktu distribusi hingga 10 September 2025.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan proses distribusi masih berlangsung di tujuh kecamatan yang berada di Pulau Batu dan Pulau Telo, Kabupaten Nias Selatan. Lokasi tersebut sulit dijangkau karena akses transportasi yang terbatas.
“Distribusi bantuan masih berlangsung untuk sekitar 900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah tersebut, dari total 832.772 KPM di Sumut. Kami sudah mengajukan permohonan perpanjangan waktu distribusi hingga 10 September,” ujar Budi, Minggu (31/8/2025).
Kendala utama dalam proses penyaluran di wilayah Nias, kata Budi, adalah kerusakan kapal milik ASDP, yakni KMP Simeulue, yang biasa digunakan untuk pengangkutan ke pulau-pulau.
Sebagai solusi, Bulog mendapat dukungan dari TNI Angkatan Laut yang menurunkan kapal perang untuk mendukung distribusi bantuan ke daerah yang sulit dijangkau.
Sementara itu, stok beras yang tersedia di gudang Bulog Sumut per 30 Agustus 2025 mencapai 6.500 ton. Angka ini baru sekitar 8,43 persen dari target penyaluran total beras bantuan hingga akhir tahun, yakni 77.151 ton. (amita/hm24)