Friday, August 29, 2025
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Anjlok 2,27% Terkait Demonstrasi Jakarta, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

journalist-avatar-top
Jumat, 29 Agustus 2025 15.13
ihsg_anjlok_227_terkait_demonstrasi_jakarta_pemerintah_siapkan_stimulus_ekonomi

Ilustrasi pasar saham. (foto:pixabay/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,27 persen ke level 7.771,28 pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (29/8/2025). Penurunan ini terjadi bersamaan dengan meluasnya aksi demonstrasi di Jakarta.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 662 saham melemah, 89 saham menguat, dan 49 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp13,31 triliun hingga sesi pertama.

Analis pasar modal Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menilai pelemahan IHSG dipicu oleh ketidakstabilan politik dalam negeri akibat demonstrasi yang meluas sejak Kamis (28/8/2025) malam, ditambah sentimen big caps yang kurang solid dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

"Jika melihat DXY turun seharusnya rupiah cenderung menguat, sehingga ada ketidaksinambungan yang terjadi di pasar," ujar Oktavianus.

Ia menambahkan, sektor barang baku, khususnya emas, masih memiliki ruang positif, dengan harga emas menyentuh USD 3.400 per troy ounce, tertinggi sebulan terakhir.

Analis Reydi Octa menyebut ketidakpastian global dari Amerika Serikat terkait inflasi dan kebijakan The Fed turut membayangi pasar. Ia menyarankan investor menerapkan strategi wait and see, sambil memperhatikan sektor defensif seperti consumer staples dan telekomunikasi jika demonstrasi berlangsung lebih lama.

Aksi demonstrasi berpusat di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI dan berlanjut hingga beberapa titik di Jakarta, termasuk insiden pengemudi ojek daring yang meninggal akibat dilindas rantis Brimob di Pejompongan.

Dampak ke Rupiah dan Ekonomi

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan demonstrasi telah mempengaruhi nilai tukar rupiah, yang berada di Rp16.460,5 per USD, turun 0,66 persen, serta IHSG yang turun 2,27 persen atau 180,80 poin.

Susiwijono optimistis jika situasi kondusif, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 bisa lebih tinggi dibanding kuartal I dan II 2025, masing-masing sebesar 4,87 persen dan 5,12 persen. Pemerintah juga menyiapkan stimulus ekonomi untuk mendorong daya beli masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tenang dan mempercayai pemerintah akan menindaklanjuti semua keluhan masyarakat, diharapkan menciptakan kondisi yang lebih terkendali dan stabil bagi perekonomian. (**/hm16)

REPORTER:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN