Sunday, August 31, 2025
home_banner_first
WISATA

Aek Sipitu Dai: Destinasi Wisata Spiritual yang Sarat Nilai Budaya di Samosir

journalist-avatar-top
Sabtu, 30 Agustus 2025 20.32
aek_sipitu_dai_destinasi_wisata_spiritual_yang_sarat_nilai_budaya_di_samosir

Rombongan wisatawan STM Saroha dr Mansyur Medan sedang di Objek wisata Aek Sipitudai. (foto:pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Kabupaten Samosir terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara. Selain terkenal dengan Danau Toba, Waterfront City Pangururan, Panorama Tele, dan Bukit Holbung, Samosir juga memiliki objek wisata spiritual yang unik dan sarat dengan nilai budaya, yaitu Aek Sipitu Dai yang terletak di Kecamatan Sianjur Mulamula.

Makna Aek Sipitu Dai

Aek Sipitu Dai, yang berarti “Air Tujuh Rasa”, merujuk pada sebuah sumber mata air yang memancar melalui tujuh pancuran berbeda. Setiap pancuran ini dipercaya memiliki khasiat tersendiri sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat. Adapun ketujuh pancuran tersebut adalah:

1. Aek Pangulu Raja (Air untuk Raja)

2. Aek Raja Doli (Air untuk Pemuda)

3. Aek Hela (Air untuk Menantu Laki-laki)

4. Aek Sibaso Bolon (Air untuk Bidan)

5. Aek Namardenggan Daging (Air untuk Ibu Hamil)

6. Aek Na Marbaju (Air untuk Anak Gadis)

7. Aek Poso-Poso (Air untuk Bayi).

Ritual dan Kepercayaan di Aek Sipitu Dai

Wisatawan yang berkunjung ke Aek Sipitu Dai diwajibkan melepas alas kaki sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat yang dianggap sakral ini. Pancuran terbagi menjadi dua ruangan, dengan empat pancuran di ruangan pertama dan tiga pancuran di ruangan kedua.

Banyak pengunjung yang mandi di pancuran ini atau membawa pulang air dalam jerigen karena percaya bahwa air tersebut dapat memberikan manfaat, mulai dari jodoh, kesembuhan penyakit, hingga kelancaran rezeki.

Songli Limbong, pemandu wisata setempat, menjelaskan bahwa sejak dahulu Aek Sipitu Dai dianggap sebagai tempat yang sakral. Selain untuk menikmati keindahan alam, banyak pengunjung yang datang untuk melakukan ritual spiritual.

“Sumber air ini terletak tepat di bawah pohon beringin besar, dengan debit yang stabil sepanjang tahun. Selain untuk ritual, banyak pengunjung yang datang untuk merasakan aura spiritualnya,” ujar Songli saat bersama anggota tim pengelola BUMDes Aek Sipitu Dai Maduma, Jusden Sitanggang.

Akses dan Biaya Masuk yang Terjangkau

Objek wisata ini sangat mudah diakses karena hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota Pangururan, atau kurang lebih 30 menit perjalanan.

Untuk menikmati keindahan dan aura spiritual Aek Sipitu Dai, wisatawan cukup membayar tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang, dengan biaya parkir mobil Rp5.000 dan sepeda motor Rp3.000. Bagi wisatawan yang tidak membawa wadah, jerigen plastik bisa dibeli di warung sekitar lokasi.

Wisata Spiritual dan Silaturahmi

Aek Sipitu Dai juga sering dijadikan sebagai ajang silaturahmi, seperti yang dilakukan oleh rombongan STM Saroha dr Mansyur Medan yang mengunjungi lokasi tersebut untuk berwisata spiritual. Salah satu peserta, Sahat Harianja, mengungkapkan pesan agar budaya Batak terus dilestarikan.

“Budaya Batak luar biasa. Mari kita jaga dan sebarkan ke seluruh dunia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa nuansa alam dan spiritual di Aek Sipitu Dai tidak tertandingi.

Ikon Budaya dan Spiritual Batak

Sebagai destinasi wisata yang menggabungkan unsur budaya dan spiritual, Aek Sipitu Dai telah menjadi ikon warisan leluhur Batak. Tempat ini terus menarik wisatawan yang tidak hanya ingin menikmati keindahan alamnya, tetapi juga merasakan kekuatan tradisi sakral yang masih terjaga hingga saat ini. (pangihutan/hm27)

REPORTER:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN