Loka POM Toba Usulkan BPOM Dilibatkan dalam Satgas MBG

Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, saat menerima kunjungan Kepala Loka POM Kabupaten Toba, Tumiur Gultom, bersama rombongan. (Foto: Diskominfo Sibolga/Mistar)
Sibolga, MISTAR.ID
Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Toba, Tumiur Gultom, mengusulkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dilibatkan dalam Satgas MBG (Makan Bergizi Gratis).
"BPOM itu sekaligus menjadi koordinator dalam mewujudkan pangan aman sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025-2029," ujar Tumiur Gultom saat melakukan audiensi bersama rombongan dengan Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, di ruang kerjanya, Kamis (28/8/2025).
Dalam pertemuan yang membahas penguatan pengawasan obat dan makanan itu, Tumiur Gultom juga mengungkapkan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2018, setiap daerah diharapkan membentuk surat keputusan (SK) Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM).
"Hal ini penting guna memberikan perlindungan kepada masyarakat dari potensi penyalahgunaan obat serta bahan berbahaya dalam obat dan makanan," katanya.
Menutup penyampaiannya, Tumiur Gultom juga meminta dukungan Wali Kota untuk menerbitkan surat edaran tentang larangan penyalahgunaan obat dan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Kepala Loka POM Kabupaten Toba, Tumiur Gultom, yang datang bersama rombongan.
“Apa yang perlu kerja sama, akan kita kerja samakan. Kami siap mendukung dan bekerja sama dengan BPOM," ujarnya.
Syukri menilai fungsi kontrol dari BPOM sangat membantu dalam pengawasan obat dan makanan, untuk menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat di Kota Sibolga. (feliks/hm25)