Saturday, August 30, 2025
home_banner_first
NEWS ROOM

Newsroom: Tragedi Penembakan di Kutalimbaru, 1 Orang Meninggal, 3 Luka

journalist-avatar-top
Sabtu, 30 Agustus 2025 15.32
newsroom_tragedi_penembakan_di_kutalimbaru_1_orang_meninggal_3_luka

Newsroom: Tragedi Penembakan di Kutalimbaru, 1 Orang Meninggal, 3 Luka

Newsroom: Tragedi Penembakan di Kutalimbaru, 1 Orang Meninggal, 3 Luka

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Penembakan maut terjadi di sebuah warung di Jalan Sumbaken II, Desa Lau Gedeng, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Seorang pria bernama Hendra Tarigan, 52 tahun, meninggal setelah ditembak di bagian kepala sebelah kanan oleh pelaku berinisial MS, Senin malam, 25 Agustus 2025.

Dalam insiden itu, tiga warga lain juga menjadi korban, yakni Ahmad, Ari, dan Hendrik. Ahmad terkena serempetan peluru di kaki, Hendrik menderita luka tembak, sementara Ari mengalami luka bacok di punggung.

Peristiwa berawal ketika Hendra bersama istrinya datang menjemput abangnya di warung tuak milik pelaku. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menembakkan senjata api ke arah kepala Hendra hingga korban roboh tak bernyawa.

Saat sejumlah warga berusaha menolong, pelaku kembali melepaskan tembakan. Terdengar lima kali letusan senjata, menyebabkan tiga orang lainnya ikut terluka.

Saksi mata, Boy Ginting, menyebut suasana saat itu sangat mencekam. Ia melihat pelaku menembak tanpa ragu, bahkan melukai orang-orang yang berusaha mengevakuasi korban.

Jenazah Hendra sempat dibawa ke Rumah Sakit Efarina Berastagi sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk keperluan otopsi. Sementara itu, ketiga korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit berbeda.

Keluarga korban, melalui penasehat hukumnya Irwansyah Nasution, menduga penembakan ini sudah direncanakan. Mereka juga meminta polisi menelusuri asal-usul senjata api rakitan yang digunakan pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, Ipda A Sinulingga, membenarkan insiden ini. Polisi bersama tim Jatanras Polrestabes Medan kini memburu pelaku yang identitasnya sudah dikantongi. Kasus ini masih dalam penyelidikan. (Putra/hm21).

REPORTER:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN