Penyidikan Kasus Penemuan Mayat Nuriana Sinurat di Desa Aek Nauli Terus Berlanjut

Tim Laboratorium Forensik Polda Sumut bersama personel Polres Samosir saat berada di seputaran lokasi penemuan mayat Nuriana Sinurat. (Foto: Pangihutan/Mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Penyidikan kasus penemuan mayat Nuriana Sinurat di dalam tugu di Desa Aek Nauli, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, terus berlanjut.
Sejak pagi, Kamis (29/8/2025), tim Labfor Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara bersama personel Polres Samosir terlihat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Sibanebane.
Kegiatan berlangsung dengan pengumpulan sejumlah bukti yang dianggap penting untuk mengungkap misteri kematian korban. Aktivitas identifikasi TKP berlangsung cukup lama. Tim kepolisian bekerja serius sejak pagi hingga sore hari. Menurut pantauan di lapangan, kegiatan pemeriksaan baru selesai sekitar pukul 18.00 WIB.
Setelah menyelesaikan olah TKP di lokasi tugu, tim Labfor tidak langsung meninggalkan kawasan tersebut. Mereka melanjutkan penyidikan dengan menyambangi kediaman keluarga korban.
Jarak rumah orang tua Nuriana Sinurat dengan lokasi penemuan mayat hanya sekitar satu kilometer. Tim pun bergerak menuju kediaman keluarga korban dengan pengawalan personel Polres Samosir.
Kedatangan aparat kepolisian disambut langsung oleh orang tua korban. Kepala Desa Aek Nauli, Hongma Sitanggang, turut hadir mendampingi keluarga dalam situasi penuh duka.
Suasana haru tak terhindarkan. Ayah korban, Pandar Sinurat, yang merupakan penyandang tunarungu, tampak sangat terpukul. Ia hanya bisa menyampaikan kesedihan melalui bahasa isyarat.
Melihat kondisi tersebut, kepala desa berupaya menenangkan Pandar. Dukungan moral terus diberikan agar keluarga korban tetap tabah menghadapi musibah.
Setelah itu, tim Labfor melanjutkan tugas dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah keluarga korban. Beberapa sudut rumah hingga lingkungan sekitar juga tidak luput dari pengamatan petugas.
Namun hingga saat ini, pihak kepolisian masih enggan membeberkan hasil pemeriksaan. Aparat menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan membutuhkan waktu.
Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Edward Sidauruk, saat dikonfirmasi wartawan meminta semua pihak untuk bersabar. Ia menegaskan kasus ini belum bisa disimpulkan.
“Ini masih dalam proses penyidikan. Mohon bersabar, hasilnya akan disampaikan setelah semua prosedur selesai,” ujarnya singkat.
Sementara itu, perhatian warga sekitar terhadap kasus ini masih sangat besar. Kehadiran aparat di rumah keluarga korban juga menjadi sorotan masyarakat setempat.
Seorang warga, Sabar Sinurat, menyampaikan harapannya agar kasus ini segera terungkap. Ia menegaskan masyarakat sepenuhnya mendukung langkah kepolisian.
“Kami berharap kasus ini cepat terungkap. Masyarakat di sini sangat mendukung pihak kepolisian, baik secara moral maupun materi,” ucapnya, Sabtu (30/8/2025).
Menurut Sabar, musibah ini bukan hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban. Warga Desa Aek Nauli dan sekitarnya juga turut merasakan kesedihan yang sama.
Ia menambahkan, dukungan warga kepada keluarga korban terus mengalir. Sejumlah bantuan juga diberikan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian.
“Kami ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga Pandar Sinurat. Kejadian ini benar-benar meninggalkan luka bagi seluruh masyarakat di sini,” ujar Sabar. (pangihutan/hm25)