Keuangan Daerah Tidak Baik, Begini Langkah Bupati Tapsel


Safari Ramadan Pemkab Tapsel di Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok. (f:ist/mistar)
Tapsel, MISTAR.ID
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu didampingi Wakil Bupati, Jafar Syahbuddin Ritonga menegaskan tidak ada kata menyerah, walau keadaan keuangan daerah yang tidak baik-baik saja saat ini.
Hal itu disampaikannya pada acara Safari Ramadan 1446 hijriah/2025 masehi Pemkab Tapsel di Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Senin (24/3/2025) malam.
"Saya selaku kader Gerindra akan terus berjuang walaupun situasi sulit saat ini, untuk mengatasinya dan alhamdulilah bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution sudah berjanji akan memperbaiki infrastruktur jalan dari Sipirok sampai Simpang Tandosan dan dalam waktu dekat pembangunannya akan selesai," katanya.
Menurutnya, Gubernur Sumut juga akan hadir dua minggu setelah Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah untuk meninjau secara langsung situasi pembangunannya.
"Begitu juga dengan pembangunan di Sipenggeng, Marancar dan Bulu Mario,” ujarnya.
Bupati juga berharap doa dari masyarakat Tapsel khususnya Kecamatan Sipirok, agar segala program yang sudah di rencanakan bisa berjalan sesuai rencana. Tentunya berkat dukungan dari masyarakat, karena itu yang paling utama dalam hal membenahi Tapsel kedepan.
Sementara Tokoh masyarakat Tapsel, Syahrul M Pasaribu menyebut kondisi Tapsel saat ini sedang tidak baik, yang mana pertama kalinya Tapsel, di tahun 2024 belanja pegawainya melebihi setengah triliun rupiah yang sebelumnya di bawah ratusan miliar rupiah.
"Ini terjadi akibat banyaknya pengangkatan PPPK, yang mana anggaran belanjanya berasal dari daerah. Sehingga tidak selektif dalam menentukan pengangkatan PPPK, menjadi faktor permasalahannya. Dan di awal menjabat pasangan Bagusi tahun 2025, terjadi lonjakan belanja Aparatur Sipil Negara (PNS dan PPPK) kurang lebih 200 miliar,” ucapnya.
Mantan Bupati Tapsel dua periode (2010-2015 dan 2016-2021) ini mengatakan di tahun 2019 dan 2020, saat masih dirinya Bupati Tapsel, sudah ada PPPK yang diangkat, tapi dengan selektif. Saat itu, harus tahu dari mana anggaran untuk menggaji PPPK tersebut.
“Wakgu itu saya mengangkat PPPK penyuluh pertanian, seluruhnya berjumlah 300 orang dengan disiplin ilmu. Saya tidak mengangkat semua menjadi PPPK kalau tidak ada jaminan gajinya kedepan. Akan tetapi yang saya terima saat itu tidak lebih dari 39 sampai 40 persen saja,” tuturnya.
Disampaikannya, saat ini PT TSM (Tapanuli Selatan Membangun) juga sedang mengalami masalah. Padahal sangat potensial untuk sumber pendapatan daerah.
“Saat saya tinggalkan Tapsel di tahun 2021, TSM dengan kas Rp24 miliar. Di tahun 2023 memiliki kas Rp34-35 miliar. Lalu masuk direktur sekarang yang perlu kita sikapi dengan berita-berita yang sudah beredar di media terkait PT TSM saat ini," katanya.
Dia berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Tapsel agar memberi terobosan-terobosan baru demi Tapsel kembali bangkit.
Tokoh Masyarakat Desa Pahae Aek Sagala Syamsul Bahri Siagian berharap perhatian untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Sipirok, khususnya di desa mereka.
Bupati Tapsel beserta rombongan juga menyerahkan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 40 orang dan bantuan untuk Masjid Baiturrahman berupa vacum cleaner beserta Al-qur’an. (amran/hm18)
NEXT ARTICLE
Longsor di Paluta Ancam Keselamatan Pemudik