Jalur Parapat-Pematangsiantar Rawan Longsor, Polres Simalungun Tingkatkan Pengamanan Arus Balik Lebaran


Kondisi Jembatan Sidua-dua, jalur penghubung Pematangsiantar, Simalungun, dan Toba.(f:indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Polres Simalungun menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dengan sigap menangani longsor dan pohon tumbang di kawasan Jembatan Sibaganding, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Minggu (6/4/2025), menyampaikan bahwa kejadian longsor terjadi di bahu jalan dekat Jembatan Sibaganding, yang merupakan jalur strategis penghubung Parapat-Pematangsiantar.
Jalur ini menjadi salah satu titik krusial selama Operasi Ketupat Toba 2025, terlebih saat memasuki masa arus balik Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah. Ribuan kendaraan diprediksi akan kembali melalui jalur ini dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Longsor di Paluta Ancam Keselamatan Pemudik
"Setelah menerima laporan adanya pohon tumbang yang menyebabkan longsor di bahu jalan, kami segera menerjunkan personel untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna mencegah kecelakaan," ujar Verry.
Menurutnya, meskipun longsor tidak menghambat arus lalu lintas secara signifikan, pengendara tetap diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Jembatan Sibaganding, terutama saat cuaca tidak bersahabat.
"Bila menemukan kondisi jalan yang membahayakan, seperti pohon tumbang atau tanah longsor, segera laporkan ke petugas terdekat atau hubungi nomor darurat Polres Simalungun. Respons cepat dari masyarakat sangat membantu upaya pengamanan," ucapnya.
Polres Simalungun telah memasang rambu peringatan dan tanda bahaya di sekitar lokasi. Petugas juga siaga di Pos Pelayanan II Pantai Bebas Parapat, untuk memantau situasi dan memberikan arahan langsung ke pengendara.
"Cuaca di kawasan itu cenderung mendung dan berpotensi hujan, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, khususnya yang tengah melakukan perjalanan arus balik," kata Verry.
Sementara itu, kendaraan yang melintas dari Toba menuju Pematangsiantar dan sebaliknya juga diminta berhati-hati saat melintasi Jembatan Sidua-dua.
Hal itu disebabkan penutupan salah satu ruas akibat kerusakan pada jembatan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Simalungun, Sabar Saragih, menjelaskan bahwa kondisi jembatan sudah mengalami kerusakan signifikan.
"Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jembatan ambruk akibat longsor dan banjir bandang kemarin. Karena kondisinya sudah kroak dan ada indikasi akan runtuh, maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti korban jiwa jika jembatan benar-benar ambruk, diputuskan menggunakan satu jalur saja," ujar Sabar. (indra/hm16)