Saturday, April 5, 2025
home_banner_first
MEDAN

Terkendala Biaya, 16 Kampus di Sumut Tutup dan Melebur

journalist-avatar-top
Jumat, 4 April 2025 20.35
terkendala_biaya_16_kampus_di_sumut_tutup_dan_melebur

Kepala LLDIKTI Wil 1 Sumut, Saiful Anwar Matondang (f:susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Dalam dua tahun terakhir, jumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan signifikan, sebanyak 16 kampus terpaksa tutup akibat kendala operasional. Namun, di tengah tantangan tersebut, sejumlah institusi memilih strategi penggabungan atau melebur demi bertahan dan meningkatkan daya saing.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 1 Sumut, Saiful Anwar Matondang, menyebutkan bahwa langkah ini terbukti efektif dalam memperkuat eksistensi pendidikan tinggi di Sumut.

Disebutkan, sejak 2022 hingga 2024, hasil dari penggabungan kampus menghasilkan 10 universitas baru. Peleburan ini memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan tinggi.

Salah satu contoh sukses adalah Universitas Murni Teguh, yang terbentuk dari penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Murni Teguh di Deli Serdang dan Sekolah Tinggi Akuntansi dan Manajemen Indonesia (STAMI) di Pematangsiantar.

Selain itu, beberapa akademi juga bergabung membentuk institusi baru. Misalnya, Akademi Kebidanan dan Akademi Keperawatan yang kini melebur menjadi Institut Wirahusada.

“Proses penggabungan ini bisa dilakukan dalam satu yayasan maupun antar yayasan dengan sistem alih kelola,” kata Saiful, Jumat (4/4/2025).

Jumlah Kampus Menyusut, Program Studi Bertambah

Meskipun jumlah institusi pendidikan tinggi berkurang, tren positif terlihat dari bertambahnya jumlah program studi yang ditawarkan.

Tercatat, pada tahun 2022, terdapat 206 kampus di Sumut. Namun, jumlah ini kini berkurang menjadi 190 kampus, dengan sebagian besar yang tutup adalah sekolah tinggi dan akademi.

“Kalau universitas justru bertambah, yang berkurang itu sekolah tinggi dan akademi,” ungkap Saiful.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun jumlah kampus menurun, jumlah program studi justru meningkat pesat.

“Prodi makin bertambah berlipat-lipat, meskipun jumlah institusi makin berkurang,” tambahnya.

Dengan strategi penggabungan ini, diharapkan perguruan tinggi di Sumatera Utara dapat semakin kuat menghadapi tantangan zaman dan tetap memberikan pendidikan berkualitas bagi mahasiswa.(susan/hm17)

REPORTER:

RELATED ARTICLES