Atraksi Sigale-gale saat Libur Lebaran 2025 di Pesanggrahan Soekarno-Hatta


Jack saat menunggu pengunjung yang ingin berfoto dengan Sigale-gale di Pesanggrahan Soekarno di Parapat. (f:ist/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Momen libur Lebaran 2025 dimanfaatkan sekelompok pemuda untuk mencari penghasilan tambahan dengan menampilkan atraksi seni Sigale-gale di Pesanggrahan Bung Karno Hatta, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.
Sekelompok pemuda Parapat itu adalah Jack Leonardo Sirait bersama lima rekannya. Mereka berinisiatif menggelar pertunjukan seni itu guna menarik minat wisatawan yang mulai memadati kawasan Danau Toba.
Mereka, kata Jack, berbagi tugas untuk menghibur pengunjung. Sebanyak empat orang mengoperasikan pertunjukan Sigale-gale, sementara dua lainnya berkeliling pantai memainkan musik akustik.
Baca Juga: Termasuk Pesanggrahan Soekarno, 28 Objek Bersejarah di Simalungun Diusulkan jadi Cagar Budaya
Mereka telah memulai kegiatan ini sejak hari pertama Lebaran, Senin (31/3/2025), dan menargetkan pelaksanaan pertunjukan hingga Minggu (6/4/2025).
"Hari ini sudah mulai ramai tamu yang berkunjung ke Parapat, parkiran di Pesanggrahan sudah padat total," ujar pria gondrong yang akrab dikenal Komeng itu, Rabu (2/4/2025).
Pemuda 28 tahun ini berharap inisiatifnya bersama teman-teman dapat memberikan pengalaman budaya bagi wisatawan sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi kelompok mereka.
"Niat ide kami sendiri. Kalau mau berfoto baru berbayar, itupun seikhlasnya. Kalau mau video sama foto, sekalian pake sortali sama pakai ulos bayar 10 ribu per orang," ucapnya.
Selain menghibur wisatawan, Jack dan kawan-kawan memiliki target khusus dari penghasilan yang mereka peroleh.
"Kami ingin mengumpulkan cukup uang agar bisa jalan-jalan ke Pulau Mursala," ujarnya.
Pulau Mursala, yang terkenal dengan air terjun yang langsung mengalir ke laut, menjadi destinasi impian mereka setelah musim liburan berakhir.
Dengan semakin ramainya wisatawan di Parapat, pertunjukan Sigale-gale dan musik akustik ini tidak hanya menghidupkan suasana daerah wisata itu, tetapi juga menjadi cara kreatif bagi pemuda setempat untuk melestarikan budaya Batak sekaligus mencari penghasilan. (indra/hm27)