Kriteria Guru Berprestasi Versi Kepala SMKN 1 Siborong-borong


Kepala SMK Negeri 1 Siborongborong J Harapan Silitonga saat memimpin upacara. (f: ist/mistar)
Taput, MISTAR.ID
Apa saja kriteria seorang guru berprestasi dan profesional dalam menjalankan tugasnya? Menurut Kepala SMKN 1 Siborong-borong, Tapanuli Utara (Taput), Harapan Silitonga, seorang guru berprestasi adalah guru yang mampu mendorong siswanya untuk meraih prestasi.
"Kita harus terus belajar agar berprestasi dan bekerja secara profesional. Prestasi dan profesionalisme adalah harga mati bagi seorang guru," kata Harapan yang saat ini meraih penghargaan sebagai kepala sekolah terbaik ketiga se-Sumut, Jumat (14/3/2025).
Menurutnya, hanya sedikit guru yang benar-benar mampu memenuhi standar tersebut. Selain itu, guru berprestasi adalah mereka yang memperoleh penghargaan resmi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, atau olahraga, baik dari pemerintah maupun pihak non-pemerintah.
Sebagai upaya meningkatkan prestasi guru, Balai Besar Listrik Medan (BBLM) rutin mengadakan pelatihan dan peningkatan kompetensi.
Kemudian, sekolah ini juga telah terakreditasi A dan menjadi pusat unggulan Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
"Dengan berbagai upaya ini, kami berhasil meraih penghargaan sebagai sekolah terbaik ketiga se-Sumut kategori inovatif. Berkat kerja keras, sekolah juga sudah memiliki SHM tanah. Sertifikat sudah kita serahkan ke Gubernur Sumut. Ke depannya, kami berharap sekolah ini terus berkembang," tuturnya.
Salah satu guru SMKN 1 Siborong-borong, Nurlena Turnip, mengatakan bahwa pihak sekolah saat ini sedang mengajukan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
"Ini menjadi salah satu upaya agar sekolah ke depannya bisa membuka usaha di bidang perbengkelan serta menyediakan layanan perbaikan mobil," ujar Nurlena.
Sementara itu, siswa kelas 12 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Wilson Tinambunan, berharap sekolahnya semakin maju.
"Bisa meraih lebih banyak prestasi di masa mendatang," ucap Wilson. (fernando/hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Padi Rendah di Bulog, Petani Toba Memilih Jual ke Agen