KP2H: Wesly-Herlina Tak Berpihak ke Pedagang Pasar Tradisional


Gedung 4 Pasar Horas yang terbakar. (f: joantan/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Komunitas Pedagang Pasar Horas (KP2H) Kota Pematangsiantar menilai Wesly-Herlina tidak berpihak ke pedagang pasar tradisional. Lantaran, 13 program 100 hari kerja tidak ada yang berkaitan dengan pasar tradisional.
"Kami kurang greget terhadap kebijakan 13 program itu. Kami merasa program tidak pro pasar tradisional kalau pasca peristiwa kebakaran tidak diperhatikan," kata Ketua KP2H Agus Butar-butar saat dikonfirmasi, Rabu (26/2/2025).
Agus bilang, ia dan koleganya menanti kedatangan Wali Kota Wesly Silalahi sepulang dari Magelang, Jawa Tengah.
"Apakah beliau membawa bekal ilmu pengetahuan yang pro pedagang. Kalau sebaliknya atau pro kapitalis jangan salahkan rakyat akan melawan terhadap kondisi seperti itu," tuturnya.
Agus menuturkan, "kami khawatir kalau hanya secara lisan bilang mendukung pasar tradisional, bukan tidak mungkin pedagang Gedung 4 Pasar Horas ini terkatung-katung."
Kata Agus lagi, jika Wesly-Herlina ingin berkunjung ke Pasar Horas, masyarakat sangat berharap ada kepastian pembangunan pasar yang sudah terbakar.
"Kalaupun nanti Wali Kota dan wakil wali kota berkunjung jangan hanya tebar pesona saja, kita butuh kepastian. Pimpinan baru sebaiknya langsung menyatakan sikap pro terhadap pedagang. Sudah banyak yang mengusik kami mengenai situasi ini," ucapnya lagi.
Pasca kebakaran Gedung 4 Pasar Horas pada September 2024, seluruh pedagang harus berjualan di pinggir Jalan Merdeka.
Sekda Pematangsiantar, Junaedi A Sitanggang sebelumnya mengatakan saat ini status Gedung 4 Pasar Horas masih berstatus masa pemulihan.
“Masa pemulihan tidak memiliki batas waktu,” kata Junaedi. (jonatan/hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Satgas Pangan Sidak Sejumlah Pasar di Medan, Ini HasilnyaNEXT ARTICLE
Gema Reformasi dalam Kegelapan Demokrasi