Kasus DBD di Siantar Meningkat Hampir Dua Kali Lipat


Kantor Dinkes Pematangsiantar. (f: dok/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pematangsiantar meningkat dua kali lipat pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Administrator Kesehatan Ahli Muda Penanggung Jawab DBD Dinkes Pematangsiantar, Lasmaria Siahaan mengatakan sebanyak 177 kasus ditemukan dengan kematian 3 orang pada 2023.
"Pada 2024 mencapai 315 kasus, diantaranya 5 orang meninggal dunia," katanya saat dihubungi, Kamis (27/2/2025).
Lasmaria menyebut, kasus DBD yang ditemukan Januari 2025 sebanyak 30 kasus dan seorang anak meninggal di salah satu Rumah Sakit (RS) Kota Pematangsiantar. Dia mengajak masyarakat perlu melakukan antisipasi terhadap DBD.
Perubahan iklim, dia bilang, menjadi salah satu faktor penyebab penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk. Penggalakan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) menjadi penting guna memberantas sarang nyamuk melalui 3M.
"Menguras, menutup, memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang)," ucapnya.
Dinkes Pematangsiantar, sambung Lasmaria, telah melakukan fogging atau penyemprotan asap di lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
"Kita berpesan agar memperhatikan lingkungan sekitar. Upayakan memutus masa kembang biak jentik nyamuk, seperti menutup wadah yang bisa digenangi air," ucapnya. (jonatan/hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Ringkus Pengedar Sabu Silangkitang, Polres Labusel Sita 21 Paket