Januari 2025, Satu Anak Meninggal Akibat DBD di Siantar


Ilustrasi digigit nyamuk aedes aegypti. (f:int/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Dinas Kesehatan (Dinkes) melaporkan satu orang anak meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pematangsiantar, pada Januari 2025.
Informasi itu disampaikan Administrator Kesehatan Ahli Muda Penanggungjawab DBD Dinkes, Lasmaria Siahaan dalam keterangannya, pada Rabu (26/2/25).
"Ya, di salah satu rumah sakit (RS). 21 Januari kemarin," ujarnya.
Lasmaria mengatakan, sampai saat ini tercatat sebanyak 30 orang positif virus DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Kasus itu juga bisa terjadi pada semua kelompok usia, tak terkecuali pada anak-anak.
Lasmaria mengimbau masyarakat, dalam pencegahan penyakit DBD untuk penting selalu memperhatikan kebersihan lingkungan serta melakukan 3 M (Menguras dan Menutup penampungan air, serta Mengubur barang bekas).
Faktor iklim, kata Lasmaria, menjadi salah satu faktor penyebab penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk.
"Menguras, menutup, memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang)," ajaknya.
Pihak Dinkes, kata Lasmaria, telah melakukan fogging atau penyemprotan asap di lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Dalam waktu dekat, hal serupa akan kembali dilaksanakan.
"Kepada masyarakat kita berpesan senantiasa memperhatikan lingkungan sekitar apabila ada wadah-wadah yang dapat menampung air hujan. Upaya memutus masa kembang biak jentik nyamuk yang harus dimasifkan," katanya. (jonatan/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Jelang Ramadan, DPRD Sumut Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil