UMK Toba 2025 Naik 6,5 Persen, Perusahaan Kecil Dapat Keringanan


Kadisnaker Toba, Reguel Sitorus menyebutkan bahwa pihaknya memberikan keringanan kepada perusahan kecil. (f/nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Toba, Reguel Sitorus memastikan bahwa Upah Minimum (UMK) Kabupaten Toba 2025 sebesar Rp3.151.356. UMK ini naik 6,5 persen dari tahun 2024.
Meski begitu, dirinya masih memberikan toleransi kepada perusahaan kecil membayar gaji di luar UMK yang ada. Hal itu diucapkannya ketika ditanya mengenai pengawas yang akan dilakukan terhadap perusahaan.
"Pengawasan terus dilakukan oleh Pemkab Toba untuk perusahaan besar seperti TPL, hotel berbintang, Tapioka, dan lainnya. Namun, untuk perusahaan kecil masih diberi keringanan mengingat laba yang dihasilkan oleh perusahaan kecil, belum mampu untuk menerapkan UMK," ujarnya pada Rabu (26/2/25).
Mengenai UMK Toba, kata Reguel, sudah sesuai Surat Keputusan Gubernur Sumatra Utara Nomor 188.44/833/KPTS/2024.
"UMK Toba tahun 2024 sebesar Rp2.959.020, kemudian naik sebesar Rp192.336 atau sekitar 6,5 persen," katanya.
Menurut Reguel, UMK Toba lebih tinggi dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara (Sumut) yang sebesar Rp2.992.559 di tahun 2025.
"Semoga dengan kenaikan UMK Toba, taraf hidup buruh di kabupaten ini dapat meningkat, dan upah yang telah ditentukan oleh pemerintah dapat dilaksanakan oleh perusahaan yang berdiri di Kabupaten Toba," ujarnya.
Reguel juga menyampaikan bahwa dalam menentukan upah minimum untuk kabupaten/kota di Sumatra Utara di tahun 2025, tidak lagi berdasarkan penghitungan tingkat inflasi dari Bank Indonesia seperti yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.
"Seluruh UMK kabupaten/kota dinaikkan secara merata sebesar 6,5 persen dari UMK tahun sebelumnya," katanya.(nimrot/hm17)