Friday, February 28, 2025
home_banner_first
INTERNATIONAL

Duta Besar RI Sebut Media Massa di China Tertarik soal Danantara

journalist-avatar-top
By
Kamis, 27 Februari 2025 21.22
duta_besar_ri_sebut_media_massa_di_china_tertarik_soal_danantara

Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun berswafoto dengan para jurnalis China dalam acara di Wisma Indonesia KBRI Beijing. (f:antara/mistar)

news_banner

Beijing, MISTAR.ID

Media massa di negeri tirai bambu, China, tertarik dengan Badan Pengelola Investasi Danantara yang baru diluncurkan oleh pemerintah Indonesia.

Hal itu disampaikan Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, dalam acara "Media Gathering 2025 – Updates from Indonesia" di Kedutaan Besar RI di Beijing, yang dihadiri sekitar 50 jurnalis setempat.

"Bagaimana China bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia melalui Sovereign Wealth Fund tersebut. Saya jelaskan, badan baru ini siap berinvestasi di sektor-sektor prioritas di Indonesia," ujarnya dilansir media antara, Kamis (27/2/2025).

Lebih lanjut, Djauhari menambahkan bahwa selain Danantara, Indonesia juga sedang menjalankan berbagai program nasional penting seperti Cek Kesehatan Gratis dan Makan Bergizi Gratis.

Mengenai hubungan ekonomi Indonesia-China, ia bilang, China adalah mitra dagang terbesar Indonesia dan sumber investasi asing terbesar ketiga.

Data dari Bea Cukai China menunjukkan bahwa nilai perdagangan kedua negara mencapai 147,78 miliar dolar AS pada 2024, atau meningkat 6,1 persen dari tahun sebelumnya.

Ekspor Indonesia ke China mencapai 71,09 miliar dolar AS, sedangkan impor dari China sebesar 76,69 miliar dolar AS.

Menurutnya, Indonesia juga melakukan diversifikasi portofolio ekspor dengan memasok lebih banyak produk perikanan dan pertanian ke pasar China melalui penguatan konektivitas rantai pasokan industri.

"China diperkirakan akan tetap menjadi salah satu dari tiga sumber investasi asing teratas di Indonesia di masa mendatang," ujar Djauhari.

Investasi China di Indonesia mencapai 8,1 miliar dolar AS pada 2024, meningkat 9,4 persen dari 2023.

Ia menambahkan, Indonesia juga menawarkan banyak peluang bagi para investor China di berbagai proyek besar, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara, ekosistem kendaraan listrik (EV), dan ketahanan pangan.

Untuk mendukung investasi di bidang-bidang itu, kata Djauhari, Indonesia menyediakan berbagai insentif yang komprehensif, termasuk keringanan pajak dan pendirian kawasan industri khusus.

"China tentunya bisa ikut berkontribusi, berinvestasi di sektor-sektor tersebut," tuturnya. (*/hm27)

RELATED ARTICLES