Tempat Hiburan Malam di Asahan Diminta Tak Buka Selama Ramadan


Fahri Mizan Harsono, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Asahan. (f: perdana/mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Asahan meminta tidak ada aktivitas hiburan malam selama bulan suci Ramadan 1446 H. Permintaan ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah, menjaga ketertiban, serta kekhusyukan selama bulan puasa.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Asahan, Fachri Mizan Harsono mengatakan, adanya aktivitas dan keberadaan tempat hiburan malam selama Ramadan dikhawatirkan dapat mengganggu kesucian bulan puasa dan tidak sejalan dengan nilai-nilai religius masyarakat di Asahan.
“Kami berharap semua stakeholder bisa mengawal ini dengan tidak membiarkan aktifitas hiburan malam di Asahan selama bulan Ramadan. Ini demi menjaga kesucian bulan Ramadan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribadah,” ujar Fachri dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (28/2/2025).
Ia menambahkan, penutupan tempat hiburan malam selama Ramadan bukanlah hal baru, karena di beberapa daerah lain kebijakan serupa telah diterapkan. Hal ini dinilai sebagai langkah positif untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
“Terkait aktivitas penutupan tempat hiburan malam paling tidak selama bulan Ramadan ini sudah final. Karena telah diatur di dalam Perda nomor 8 tahun 2023 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat,” kata Fachri.
Selain itu, Pemuda Muhammadiyah Asahan juga meminta agar aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minuman keras dan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Mereka menilai bahwa bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. Mari kita ciptakan suasana yang lebih religius, harmonis, dan penuh kedamaian di Kabupaten Asahan,” ucapnya.
Sementara itu, pihak pemerintah daerah sebelumnya juga telah menyampaikan edaran terkait aktivitas masayarakat selama Ramadan. Dalam surat edaran Pemkab Asahan bernomor 300.1/0347 berisikan 10 poin itu menyampaikan penegasan aktivitas kegiatan hiburan masyarakat selama Ramadan diantaranya penutupan game ketangkasan, karaoke, diskotek, biliar, panti pijat hingga warung minuman tradisional. (perdana/hm24)