Friday, August 29, 2025
home_banner_first
SUMUT

Penderita Tumor di Labura Dapat Bantuan Biaya Berobat dari Anggota DPR RI

journalist-avatar-top
Jumat, 29 Agustus 2025 21.05
penderita_tumor_di_labura_dapat_bantuan_biaya_berobat_dari_anggota_dpr_ri

Harun Sitorus mewakili anggota DPR RI Tria Novia Khairani Sitorus menyerahkan bantuan kepada Taufik Abdullah untuk membantu biaya perobatan anaknya di kediamannya di Dusun I Damulipekan Kecamatan Kualuhselatan, Jumat (29/8/2025). (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Labura, MISTAR.ID

Senyum tipis tersungging di wajah Taufik Abdullah Dalimunthe, meski matanya masih basah oleh air mata haru. Selama hampir satu tahun, ia dan keluarganya setia mendampingi sang anak, Muyasir Muftih Dalimunthe, yang tengah berjuang melawan penyakit tumor.

Muyasir, warga Dusun I Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), sebelumnya sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Medan. Namun karena keterbatasan biaya dan kondisi fisik, kini ia hanya bisa mendapatkan pengobatan rawat jalan di rumah.

Di tengah kondisi sulit, keluarga Muyasir tak pernah berhenti berharap dan berdoa. Harapan itu akhirnya datang pada Jumat (29/8/2025), saat Anggota Komisi I DPR RI, Tria Novi Khairani Sitorus, melalui perwakilannya Harun Sitorus, menyerahkan bantuan biaya pengobatan langsung kepada keluarga.

“Terima kasih kepada Ibu Tria Novi atas bantuan ini. Sangat meringankan beban kami. Kami hanya bisa membalas dengan doa, semoga beliau selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah,” ucap Taufik dengan suara bergetar.

Menurut Tria Novi, bantuan tersebut bukan hanya bentuk kepedulian secara materi, tetapi juga dukungan moral agar Muyasir tidak kehilangan semangat hidup.

“Saya berharap Yasir segera pulih, semangat kembali bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Semoga ini juga menjadi perhatian semua pihak, agar kita bisa bergotong royong membantu anak-anak seperti Yasir,” ujarnya.

Bantuan ini mungkin belum menjadi akhir dari perjuangan keluarga Dalimunthe. Namun setidaknya, itu menjadi cahaya harapan baru di tengah masa sulit, bahwa dengan doa, ketabahan, dan kepedulian bersama, kesembuhan bukanlah hal yang mustahil. (sunusi/hm27)

REPORTER:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN