Komunitas Punk Medan Gelar Pasar Gratis Pakaian: Solidaritas untuk Sesama

Komunitas punk kota Medan menggelar pasar gratis pakaian dengan membawa slogan ‘dari rakyat untuk rakyat’. (foto:susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Komunitas Punk Kota Medan kembali menggelar pasar gratis pakaian dengan mengusung slogan “Dari Rakyat untuk Rakyat”. Acara ini merupakan bentuk solidaritas sesama warga untuk membantu mereka yang membutuhkan, sekaligus mengurangi limbah pakaian yang tidak terpakai.
Kegiatan yang berlangsung di pinggir Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, ini bertujuan untuk memberikan pakaian layak pakai kepada masyarakat sekitar, serta mengurangi dampak negatif dari limbah pakaian yang terus bertambah.
“Kami membuka donasi dari kawan-kawan sendiri, serta masyarakat yang mendukung lewat media sosial. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengurangi limbah pakaian dan memastikan baju yang tidak terpakai bisa bermanfaat bagi orang lain,” ujar Reza Tarigan, perwakilan Solidaritas Punk Medan, Sabtu (30/8/2025).
Berkelanjutan Sejak 2024
Menurut Reza, kegiatan pasar gratis pakaian ini bukanlah yang pertama kali. Sejak 2024, mereka telah melaksanakan kegiatan serupa sebanyak lima kali. Donasi yang terkumpul tidak hanya berupa pakaian layak pakai, tetapi juga sembako.
“Saat ini, karena lebih banyak pakaian, kami fokus membagikan baju. Kami juga memberikan bantuan beras kepada beberapa orang, seperti ojol, tukang sampah, dan tukang sapu jalan, karena donasi terbatas,” kata Reza.
Ia menambahkan bahwa setiap kegiatan selalu disesuaikan dengan kondisi donasi yang sudah terkumpul dan diputuskan melalui musyawarah dengan anggota komunitas.
Slogan ‘Dari Rakyat untuk Rakyat’
Slogan “Dari Rakyat untuk Rakyat” terinspirasi dari gerakan solidaritas yang dilakukan berbagai komunitas di Indonesia. Menurut Reza, hal sederhana seperti ini belum tentu bisa diberikan oleh negara, apalagi secara gratis. Karena itu, mereka berinisiatif untuk saling membantu sesama rakyat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sesama rakyat bisa saling berbagi tanpa melihat latar belakang ekonomi,” ujar Reza lebih lanjut.
Antusiasme Warga dan Anak-Anak
Aksi solidaritas ini disambut antusias oleh warga sekitar, termasuk anak-anak. Sejumlah anak-anak hingga orang dewasa mulai mendekat untuk memilih pakaian yang bisa mereka pakai.
Salah satunya adalah Kayla, bocah berusia 9 tahun yang tinggal di kawasan tersebut. “Senang sekali, saya dapat baju muslim, rok, celana, sama baju kaos,” ujar Kayla sambil tersenyum lebar.
Kayla mengaku mengetahui kegiatan tersebut saat sedang berjalan menuju masjid bersama teman-temannya dan langsung ikut memilih pakaian yang tersedia.
“Terima kasih kakak abang di sini, semoga panjang umur dan banyak rezekinya,” ucapnya dengan wajah sumringah.
Komunitas Punk Terus Berbagi
Dalam kegiatan kali ini, sekitar 10 hingga 12 anggota Komunitas Punk Medan turun langsung untuk berbagi pakaian gratis, tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa. Mereka berharap kegiatan ini bisa berkembang ke hal-hal positif lainnya di masa depan.
“Harapan kami ke depan adalah bisa terus melawan kapitalisme dan konsumtivisme. Semoga kegiatan berbagi ini semakin banyak dan berdampak positif bagi masyarakat,” ucap Reza mengakhiri. (susan/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Pemko Medan Gelar Gerakan Pangan Murah di 21 Kecamatan