Sunday, August 31, 2025
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Keluarga Temukan Kejanggalan dalam Kematian Joko Triyono di Tapteng

journalist-avatar-top
Sabtu, 30 Agustus 2025 21.11
keluarga_temukan_kejanggalan_dalam_kematian_joko_triyono_di_tapteng

Kuasa hukum Parlaungan Silalahi didampingi istri dan anak almarhum Joko Triyono, Delima Hermawati dan Heriyanto Triyono, bersama polisi dan petugas otopsi di depan Instalasi Kamar Jenazah RSUD Pandan. (foto:feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Keluarga Joko Triyono menemukan sejumlah kejanggalan terkait kematian pria tersebut yang ditemukan dalam kondisi membusuk di pondok kebunnya di Lingkungan II, Desa Simanosor, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Kecurigaan keluarga muncul setelah jenazah ditemukan dalam kondisi yang mencurigakan: sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, dalam posisi telentang, dengan bercak darah di sekitar kepala dan pinggang.

Hal ini semakin mencurigakan karena lahan kebun yang dimiliki Joko Triyono sebelumnya mengalami sengketa, yang baru saja dimenangkan melalui putusan Pengadilan Negeri Sibolga, Mahkamah Agung, serta Peninjauan Kembali (PK).

Melihat kejanggalan tersebut, pihak keluarga melalui kuasa hukum, Parlaungan Silalahi SH, meminta agar RSUD Pandan dan pihak Kepolisian melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian Joko Triyono.

Parlaungan Silalahi menjelaskan, saat jenazah ditemukan, ia langsung diberitahu dan menuju lokasi kejadian. "Bersama pihak keluarga, kami menemukan sejumlah kejanggalan atas kematian yang tidak wajar terhadap Joko Triyono," ujar Parlaungan di depan Instalasi Kamar Jenazah RSUD Pandan, Sabtu (30/8/2025).

Parlaungan juga mengungkapkan bahwa kematian almarhum diduga kuat terkait dengan sengketa lahan yang dimenangkan Joko Triyono. Sengketa tersebut terkait dengan kebun yang terletak di Kecamatan Sibabangun, yang sebelumnya sudah melalui proses hukum panjang dari tingkat Pengadilan Negeri Sibolga hingga Mahkamah Agung.

Kecurigaan muncul ketika, beberapa hari sebelum kematiannya, Joko Triyono sempat menghubungi istrinya, Delima Ermawati, dan menyampaikan bahwa ia mendapat ancaman dari seseorang berinisial Jimmy.

"Saya diancam, katanya saya bisa memenangkan perkara ini, tetapi saya tidak bisa memiliki lahan tersebut," kata Joko Triyono kepada istrinya.

Keanehan lain yang ditemukan di lokasi kejadian, menurut Parlaungan, adalah bercak darah di sekitar tubuh korban, serta kondisi tempat tidur yang berantakan, seolah-olah ada perlawanan.

Selain itu, bagian tubuh Joko Triyono juga ditemukan memiliki luka hitam pada bagian wajah dan tubuh bagian atas, yang mengindikasikan kemungkinan adanya pukulan.

Delima Ermawati, istri almarhum, mengungkapkan bahwa ancaman yang diterima suaminya semakin memperkuat dugaan keluarga bahwa kematian Joko Triyono tidak wajar dan ada pihak yang sengaja menghabisinya untuk menguasai lahan tersebut.

Sebelumnya, mayat Joko Triyono ditemukan di pondok perkebunan miliknya, yang terletak di Lingkungan II, Desa Simanosor, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Penemuan ini pertama kali diketahui setelah Abdul Musa Harahap, seorang warga setempat, menerima telepon dari istri Joko Triyono yang menanyakan keberadaan suaminya yang sudah beberapa hari tidak pulang.

Menurut Abdul Musa, kebun Joko Triyono terletak dekat dengan kebunnya, dan ia menjadi saksi pertama yang mengetahui kejadian tersebut. "Joko Triyono tinggal di Sibabangun untuk menjaga kebunnya yang merupakan warisan dari ayahnya," kata Abdul Musa.

Saat ini, keluarga almarhum menunggu hasil autopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Joko Triyono. (feliks/hm27)

REPORTER:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN