Thursday, April 3, 2025
home_banner_first
TAPANULI BAGIAN UTARA

Onan Tombis: Ajang Cari Jodoh

journalist-avatar-top
Rabu, 2 April 2025 14.40
onan_tombis_ajang_cari_jodoh

Pasar Onan Tombis di Toba. (f: nimrot/mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Onan Tombis atau pasar tradisional yang dilaksanakan setiap hari Rabu di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, menjadi salah satu pasar tumpah paling ramai dikunjungi pada tahun 1970, hingga dijadikan sebagai tempat ajang mencari jodoh.

Menurut pengakuan salah satu warga Kelurahan Pasar Porsea, Janner Manurung, 65 tahun, mengatakan tahun 1970 masyarakat yang mengunjungi Onan Porsea datang dari berbagai daerah. Seperti Tarutung, Samosir, dan Muara. Saat itu, Kabupaten Toba masih bergabung dengan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Onan Tombis Porsea juga menjadi salah satu tempat perjudian dadu terbesar (janggar-janggar). Pun sebagai tempat para saudagar di Taput menghabiskan uang mereka. Fungsi lain dari Onan Tombis Porsea sebagai mencari jodoh.

"Pasar tersebut dimanfaatkan untuk mencari jodoh. Pria sengaja menyenggol wanita yang disukainya lebih keras agar saling bertutur sapa. Kemudian dari perkenalan dan saling bertukar alamat, si pria lalu mendatangi kediaman wanita idamannya. Tidak sedikit hubungan menjadi sepasang suami istri," kata Janner, Rabu (2/4/2025).

Seiring waktu, keramaian Onan Tombis Porsea semakin berkurang. Terlebih saat Kabupaten Toba memisahkan diri dari Kabupaten Taput tahun 1999.

Pasar Porsea memiliki catatan sejarah saatnya Perang Dunia II 1942. Pasukan Belanda dan Jepang memperebutkan akses jembatan pasar Porsea, karena jembatan tersebut memiliki peran vital untuk sarana transportasi pasokan logistik.

"Untuk mengenang peristiwa tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendirikan monumen Perang Dunia II di Jembatan Porsea. Peristiwa tersebut menelan korban jiwa yang tidak sedikit," tutur Janner. (nimrot/hm20)

REPORTER:

RELATED ARTICLES