Saturday, April 5, 2025
home_banner_first
MEDAN

Bercita-cita Jadi Data Analis, Afiyah Febriyanti Lolos SNBP di FMIPA ITB

journalist-avatar-top
Sabtu, 5 April 2025 13.06
bercitacita_jadi_data_analis_afiyah_febriyanti_lolos_snbp_di_fmipa_itb_

Afiyah Febriyanti, siswi MAN 2 Padangsidimpuan (f:ist/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Dikenal sebagai kutu buku yang gemar menyelesaikan rumus-rumus matematika, Afiyah Febriyanti lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Afiyah adalah siswi kelas XII MIPA 1 boarding di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Padangsidimpuan. Ia mengaku tak kuasa menahan haru saat mengetahui namanya dinyatakan lulus di FMIPA ITB.

“Saya sama sekali tidak menyangka bakal lulus di ITB, karena dari awal sudah merasa persaingannya sangat ketat dan sangat sulit karena menjadi salah satu kampus impian pelajar se-Indonesia,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Mistar, Sabtu (5/4/2025).

Sejak kelas X, anak kedua dari pasangan Atas Harahap dan Tiurma Adelina Dalimunthe itu, telah menargetkan diri untuk menjadi seorang analis data, terinspirasi dari film-film ilmiah yang digemari. Ia pun bekerja keras untuk mewujudkan cita-citanya itu.

“Sejak duduk di kelas sepuluh, saya sudah aktif di dalam kegiatan ekstrakurikuler olimpiade matematika di MAN 2 Padangsidimpuan,” tuturnya.

Perjuangannya membuahkan hasil saat duduk di kelas XI, saat ia akhirnya berhasil meraih medali perunggu pertamanya dalam sebuah ajang olimpiade matematika. Prestasi tersebut menjadi awal dari deretan pencapaian lainnya yang terus bertambah hingga ia menginjak semester akhir kelas XII.

“Puncaknya, saat saya dinyatakan lolos di Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota dan lanjut ke OSN tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2024,” katanya.

Selain itu, Afiyah dan tim riset Madrasah juga berhasil meraih dua medali perak pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat internasional, masing-masing diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) dan World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA), yang diikuti 549 peserta dari 16 negara.

Pengagum ilmuwan perempuan Marie Curie ini mengaku bahwa pencapaian yang ia raih tak lepas dari peran besar kedua orang tua dan guru-guru di madrasah yang terus mendorong dan memotivasinya.

“Orang tua saya, selalu mendukung dan mendoakan juga mengingatkan saya agar tidak sombong atas pencapaian yang saya peroleh, sehingga saya bisa mendapatkan kursi di universitas impian saya,” ujarnya.

Sebagai peraih juara 1, lima kali berturut-turut di sekolah, Afiyah berharap lebih banyak siswa madrasah yang bisa berprestasi dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(susan/hm17)

REPORTER:

RELATED ARTICLES