Joe Biden Sebut Trump Bisa Menang
joe biden sebut trump bisa menang
Washington, MISTAR.ID
Joe Biden calon presiden (capres) dari Partai Demokrat mengaku bahwa Presiden Donald Trump masih memiliki kesempatan untuk menang, pada pemilu presiden 2020 karena strategi mendelegitimasi hasil pemilu yang dimainkannya.
“Saya salah seorang yang berkompetisi, strategi delegitimasi tidak pernah berhenti hingga bel berbunyi,” kata Biden dalam wawancara dengan stasiun CBS. “Saya merasa sulit memprediksi ketika pertarungan akan semakin ketat,” paparnya ketika ditanyakan apakah Biden mungkin bisa dikalahkan Trump.
Namun demikian, Biden mengakui dirinya sangat yakin dan percaya diri. “Kita merasa cukup bagus di mana kita berada,” katanya. Hanya saja, dia mengakui tidak akan mengabaikan permainan dan strategi yang dimainkan Trump. Fokus utama strategi Trump adalah mendelegitimasi pemilu sehingga itu akan membuat orang untuk memberikan suaranya. “Itu hanya faktor intimasi semata,” kata Biden.
Selain itu, Trump juga selalu berusaha menyebarkan wacana untuk mempertanyakan legitimasi pemungutan suara melalui surat. Dia menyatakan, klaim palsu itu untuk menunjukkan bagaimana dia memberikan suara.
Baca juga: PM Malaysia Muhyiddin Yassin Mengundurkan Diri, Ini Pemicunya
“Apa yang sebenarnya menyenangkan bagi saya adalah semakin banyak negara bagian yang melaksanakan pemungutan suara lebih awal,” tutur Biden.
Komentar Biden itu bersamaan dengan popularitasnya yang semakin naik dalam jajak pendapat. Dia juga terus dinyatakan sebagai pemenang dalam jajak pendapat di negara bagian yang menjadi pertarungan sengit.
Biden juga terus berkampanye dengan agenda seperti Georgia pada Selasa (hari ini waktu setempat) dan Texas pada Jumat mendatang bersama calon wakil presidennya, Senator Kamala Harris.
Biden diprediksi telah mendapatkan 270 suara elektoral. Namun, dia juga harus berjuang untuk membantu kampanye kandidat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senat dan pertarungan anggota parlemen di negara bagian.
Baca juga: Cina Ancam Amerika Serikat
“Saya berharap akan banyak orang yang memberikan suara untuk saya karena saya adalah pemenangnya,” kata Biden. “Tapi, saya pikir hal kontras dengan Trump dan saya adalah nilai yang diperjuangkan dan bagaimana kita melihat dunia,” katanya.
Dalam pandangan Clodagh Harrington, pakar politik AS dari Universitas De Montfort di Leicester,mengatakan ketika orang percaya pada jajak pendapat yang dianggap bukan sebagai suara. “Orang yang ditanya saat jajak pendapat, mereka bisa berubah pikiran ketika memberikan pilihan ketika memberikan suara,” katanya dilansir BBC, Selasa (27/10/20).(sindo/hm07)
PREVIOUS ARTICLE
Garuda Indonesia Putus Kontrak 700 Karyawan