Wednesday, February 26, 2025
home_banner_first
EKONOMI

HRTA: Bullion Bank Bisa Maksimalkan Cadangan Emas Indonesia

journalist-avatar-top
By
Rabu, 26 Februari 2025 11.23
hrta_bullion_bank_bisa_maksimalkan_cadangan_emas_indonesia

Emas. (f: ist/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) optimistis pengembangan bullion bank di Indonesia dapat mengoptimalkan pemanfaatan cadangan emas dalam negeri yang saat ini mencapai 2.600 ton.

HRTA mengungkapkan bahwa total nilai bisnis emas di Indonesia saat ini mencapai Rp482,6 triliun.

“Angka ini berasal dari industri hulu senilai Rp126,83 triliun, industri tengah Rp235,6 triliun, dan industri hilir Rp114,5 triliun,” kata perwakilan HRTA melalui persentasenya untuk kegiatan peresmian Bullion Bank yang dilaksanakan hari ini, Rabu (26/2/25).

HRTA menilai kehadiran bullion bank akan mendorong peningkatan produksi emas domestik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 1,3% atau sekitar Rp201 triliun.

"Selain itu, diperkirakan akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 800.000 tenaga kerja. Dari sisi layanan bullion, HRTA memperkirakan potensi peningkatan jumlah uang beredar bisa mencapai Rp53 triliun," ucapnya, dilansir dari bisnis.com.

Indonesia sendiri merupakan produsen emas terbesar ke-7 di dunia pada 2023 dengan produksi mencapai 132,5 ton. Meskipun mengekspor emas senilai US$5 miliar per tahun, Indonesia masih mengimpor emas batangan senilai US$2 miliar per tahun.

Konsumsi emas per kapita di Indonesia juga masih rendah, hanya sekitar 0,35 gram per kapita. Saat ini, diperkirakan terdapat lebih dari 1.800 ton emas yang belum dimonetisasi di dalam negeri.

Sementara itu, cadangan devisa emas Indonesia dalam lima tahun terakhir stagnan di angka 78,6 ton, atau sekitar 4% dari total cadangan devisa—jauh di bawah rata-rata bank sentral dunia yang melebihi 20%.

Berdasarkan analisis HRTA, potensi permintaan bullion dari institusi keuangan di Indonesia bisa mencapai Rp166,28 triliun.

Angka ini didasarkan pada asumsi bahwa setidaknya 1% dari total aset keuangan utama Indonesia, yang per 2024 mencapai Rp16.628 triliun, dapat dialokasikan untuk membeli bullion. (bisnis/hm20)

RELATED ARTICLES