Tolak Eksekusi, Ratusan Warga Padati Jalan Gandhi Medan


Ratusan warga saat memadati Jalan Gandhi Medan untuk menolak eksekusi rumah. (f:deddy/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ratusan warga memadati Jalan Gandhi, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, untuk menolak eksekusi belasan rumah yang akan dilakukan juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (27/2/2025).
Amatan Mistar di lokasi, para warga dari berbagai kalangan mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB. Saat ini, ratusan warga telah berkumpul di Jalan Gandhi ini untuk melakukan perlawanan.
Terpantau hingga saat ini pihak juru sita PN Medan beserta aparat Polrestabes Medan belum terlihat berhadir di lokasi eksekusi.
Kuasa hukum masyarakat Jalan Gandhi, Bobby Cristian Halim, ketika diwawancarai Mistar mengatakan pihaknya bersama warga telah bersiap untuk menolak eksekusi ini.
"Jadi sesuai dengan surat yang kita terima bahwa hari ini Kamis, 27 Februari 2025 pukul 09.00 WIB seyogianya merupakan jadwal eksekusi. Sehingga, kami dari tim hukum sudah bersiap bersama masyarakat Gandhi tentunya dengan tegas masih menolak eksekusi," ucapnya.
Bobby menjelaskan, eksekusi ini ditolak karena pihaknya tengah melakukan gugatan ke PN Medan mengenai eksekusi dan Sertifikat Hak Milik (SHM) warga.
"Dikarenakan kita sudah memasukkan gugatan dengan nomor perkara 199/Pdt.G/2025/PN.MDN dan 200/Pdt.G/2025/PN.MDN yang sudah dijadwalkan sidang pertamanya di hari Selasa mendatang," katanya.
Ia pun mengatakan, rumah warga yang hendak dieksekusi ini sebagian telah memiliki SHM. Di samping itu, lanjut Bobby, para warga juga sudah puluhan tahun menempati dan mendiami rumah yang disengketakan.
"Gugatan itu untuk membuktikan bahwa di pihak kami masyarakat Gandhi beberapa di antaranya sudah memiliki SHM. Jadi, di lain sisi kami juga ingin memperlihatkan bahwa di pihak lawan itu tidak pernah ada hak alas apapun," ujarnya. (deddy/hm25)