Friday, April 4, 2025
home_banner_first
PERISTIWA

Hujan Es Guyur Pinggiran Danau Toba, BMKG Jelaskan Penyebabnya

journalist-avatar-top
Kamis, 3 April 2025 21.05
hujan_es_guyur_pinggiran_danau_toba_bmkg_jelaskan_penyebabnya

Foto tangkapan layar video butiran es jatuh bersamaan dengan hujan yang turun di Dusun Salbe, Kabupaten Simalungun. (f:ist/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Warga di pinggiran Danau Toba, tepatnya di Dusun Salbe, Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, dikejutkan dengan hujan es yang terjadi, Kamis (3/4/2025).

Seorang warga Kabupaten Simalungun bernama Helvrin yang menyaksikan langsung hujan es di Dusun Salbe, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 14.10 WIB.

"Siang tadi lah, lama hujan es berlangsung kurang lebih 30 menit saja. Habis itu gak ada lagi," ujarnya.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Endah Paramita, mengatakan hujan es di Dusun Salbe, berdasarkan analisis pola angin gradien, teridentifikasi adanya pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Sumatera Utara (Sumut), khususnya di pegunungan, lereng barat, dan lereng timur.

"Kondisi ini mendukung potensi terjadinya pertumbuhan awan hujan (Cumulonimbus) yang cukup besar di wilayah Sumatera. Selain itu, suhu permukaan laut (SPL) di Selat Malaka, Perairan Barat Sumut, dan Samudera Hindia bagian barat Sumatera terpantau hangat," tuturnya.

Endah mengatakan, terjadinya hujan es itu mengindikasikan adanya asupan uap air yang cukup besar dari wilayah perairan tersebut, yang semakin mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Sumut.

"(hujan es) dikarenakan anomali suhu yang cukup tinggi, hal ini dapat memicu terjadinya hujan es, DI mana biasanya terjadi di musim pancaroba seperti saat ini," ucapnya.

Biasanya, lanjut Endah, fenomena ini berlangsung singkat, hanya beberapa menit dan sering kali diiringi hujan lebat, petir, serta angin kencang. Hal ini lebih sering terjadi saat masa transisi antara musim kemarau dan hujan.

Lewat penelusuran yang dilakukan, hujan es terjadi melalui dua proses utama, yaitu strong updraft dan downdraft, serta lower freezing level.

Strong updraft dan downdraft merupakan udara hangat naik ke lapisan atmosfer lebih tinggi (updraft), hingga menyebabkan uap air membeku menjadi butiran es. Butiran es itu turun kembali akibat dorongan udara turun (downdraft) dan jatuh ke permukaan bumi.

Berikutnya lower freezing level. Di mana jika lapisan pembekuan (freezing level) berada lebih rendah dari biasanya, maka butiran es memiliki peluang lebih besar untuk mencapai permukaan bumi sebelum sempat mencair. Freezing level umumnya berada pada ketinggian 4-5 km di atas permukaan laut. (hamzah/hm27)

REPORTER:

RELATED ARTICLES