Saturday, March 1, 2025
home_banner_first
NASIONAL

Indonesia Buka Peluang jadi Markas Kapal Pesiar Dunia

journalist-avatar-top
By
Jumat, 28 Februari 2025 21.26
indonesia_buka_peluang_jadi_markas_kapal_pesiar_dunia

Kapal pesiar Anthem of the Seas sandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar. (f:antara/mistar)

news_banner

Denpasar, MISTAR.ID

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata membuka peluang untuk menjadi markas kapal pesiar dunia.

Peluang itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, di sela kegiatan menyambut kedatangan kapal pesiar jumbo di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

"Jadi kami menantikan kolaborasi dengan operator kapal pesiar global untuk menjadikan Indonesia home port kapal pesiar internasional," ujar Ni Luh Puspa dilansir media antara, Jumat (28/2/2025).

Salah satu fasilitas pelabuhan yang mendukung wisata kapal pesiar adalah Pelabuhan Benoa di Denpasar, yang saat ini terus berbenah dan memiliki panjang dermaga pesiar mencapai 500 meter.

Pekan lalu, kata Puspa, Pelabuhan Benoa juga mampu melayani tiga kapal pesiar jumbo sekaligus pada waktu yang sama.

Selain didukung dermaga dan fasilitas lain, Pelabuhan Benoa juga memiliki kedalaman alur dan kolam mencapai minus 12 low water spring/LWS, sehingga memungkinkan kapal pesiar berbadan besar sandar di dermaga Benoa.

Data Pelindo Regional 3 Cabang Pelabuhan Benoa, pada 2024 pelabuhan itu melayani 59 kunjungan kapal pesiar atau meningkat dibandingkan 2023 mencapai 48 kapal pesiar, dan pada 2025 diperkirakan meningkat hingga 77 kunjungan.

"Sektor pariwisata maritim diharapkan berkontribusi signifikan yang salah satunya melalui Pelabuhan Benoa di Bali," kata mantan jurnalis televisi tersebut.

Dari segi potensi, kata Puspa, Indonesia memiliki kekayaan alam maritim yang besar karena 75 persen keanekaragaman maritim dunia ada di tanah air.

Potensi tersebut berpeluang menjadi daya tarik pariwisata maritim di Indonesia.

Ia menambahkan tahun 2025, Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara 14,6 juta hingga 16 juta, sehingga perlu kolaborasi lintas sektor termasuk pemerintah daerah, salah satunya Bali.

Pasalnya, Bali memegang porsi besar jumlah kunjungan turis asing di tanah air pada 2024 mencapai 6,3 juta atau naik 20,1 persen dibandingkan 2023 mencapai 5,27 juta berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali.

Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 13,8 juta.

"Sebanyak 45 persen dari total turis asing ke Indonesia dikontribusikan oleh Bali," tuturnya.

Selain Bali, kata Puspa, pariwisata maritim juga bisa dijelajahi di daerah lain yang ada di Indonesia, di antaranya Labuan Bajo, Lombok hingga Raja Ampat. (*/hm27)

RELATED ARTICLES