AS Deportasi Seorang WNI di Tengah Pengetatan Keimigrasian Era Trump


Ilustrasi. (f: getty images/mistar)
Amerika Serikat, MISTAR.ID
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco mengonfirmasi bahwa seorang WNI telah dideportasi dari Amerika Serikat (AS). Kasus ini mencuat di tengah kabar bahwa lebih dari 4.000 WNI di AS masuk dalam daftar deportasi setelah Presiden Donald Trump menerapkan kebijakan pengetatan keimigrasian.
Konsul Penerangan Sosial dan Budaya KJRI San Francisco, Mahmudin Nur Al-Gozaly, mengatakan bahwa WNI yang dideportasi tersebut adalah SM, seorang mahasiswa jurusan ekonomi di University of San Francisco yang berusia 21 tahun.
Mahmudin menjelaskan, deportasi ini merupakan 'voluntary deportation' atau pemulangan atas keputusan pribadi. Proses pemulangan terjadi setelah SM dipanggil oleh badan penegak hukum terkait urusan cukai dan keimigrasian AS, yaitu ICE (Immigration and Customs Enforcement).
Mahmudin menyebutkan bahwa SM telah kembali ke Indonesia pada 29 Januari 2025. Ia juga menambahkan bahwa status keimigrasian SM sudah tidak aktif.
"Proses investigasi dilakukan setelah status keimigrasian SM tidak aktif, yang kemudian berujung pada pemanggilan dan pemeriksaan oleh ICE pada 28 Januari 2025," kata Mahmudin kepada wartawan Johanes Hutabarat yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.
"Keputusan untuk pulang diambil setelah SM ditanya oleh ICE apakah ia ingin kembali secara sukarela ke Indonesia atau ditahan pada 29 Januari 2025," tambah Mahmudin.
Awalnya, KJRI tidak mendapat pemberitahuan mengenai pemulangan SM, baik dari keluarga, kampus, maupun otoritas setempat. Pihak KJRI baru mengetahui informasi tentang pemulangan tersebut dari keluarga pada akhir pekan pertama Februari 2025. (mtr/hm24)
PREVIOUS ARTICLE
Sehari Jelang Ramadan, Harga Komoditas di Kota Medan Naik