Saturday, April 5, 2025
home_banner_first
EKONOMI

The Fed Beri Peringatan Inflasi Imbas Kebijakan Tarif Donald Trump

journalist-avatar-top
Sabtu, 5 April 2025 10.11
the_fed_beri_peringatan_inflasi_imbas_kebijakan_tarif_donald_trump

The Fed. (f: ist/mistar)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID

Federal Reserve (The Fed) memperingatkan bahwa inflasi di Amerika Serikat berpotensi meningkat setelah Presiden Donald Trump menerapkan kebijakan tarif impor baru bagi banyak negara.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa prospek ekonomi AS kini diwarnai ketidakpastian tinggi, dengan risiko meningkatnya pengangguran dan inflasi secara bersamaan.

“Kita menghadapi prospek yang sangat tidak pasti dengan risiko tinggi dari pengangguran yang lebih tinggi dan inflasi yang lebih tinggi,” kata Powell, Sabtu (5/4/2025), dikutip dari CNN.

Menurut Powell, meskipun tarif umumnya menyebabkan kenaikan sementara dalam inflasi, ada kemungkinan dampak jangka panjang dari kebijakan ini terhadap harga-harga konsumen.

Peringatan Powell sejalan dengan analisis dari JP Morgan, yang menyebutkan peluang terjadinya resesi global mencapai 60 persen jika kebijakan tarif tetap diberlakukan mulai 5 April 2025. Lembaga tersebut juga memperkirakan lonjakan 2 persen pada Indeks Harga Konsumen (CPI) AS.

“Kami melihat implementasi penuh dari kebijakan ini sebagai guncangan ekonomi makro yang substansial,” ujar para analis JP Morgan.

Sektor otomotif disebut akan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak, dengan harga mobil yang diprediksi naik signifikan dalam waktu dekat. Para ekonom juga menilai situasi ini membuat The Fed berada dalam posisi sulit.

“The Fed berada dalam posisi sulit dengan inflasi yang akan meningkat dan ekonomi yang akan melambat,” ujar Kathy Bostjancic, kepala ekonom di Nationwide.

Sebelumnya, The Fed telah memangkas suku bunga tiga kali pada 2024 seiring perlambatan inflasi. Namun, momentum tersebut mulai mengendur pada akhir tahun, mendorong bank sentral AS untuk menahan suku bunga pada Januari dan Februari 2025.

Tarif Baru Trump Picu Gejolak Pasar Global

Kebijakan tarif Presiden Trump diumumkan secara resmi pada Rabu (2/4/2025) waktu AS, berupa tarif universal 10 persen untuk semua produk impor, serta tarif tambahan berdasarkan tingkat surplus perdagangan negara-negara mitra dengan AS.

Salah satu negara yang terdampak paling besar adalah Indonesia, yang dikenai tarif balasan sebesar 32 persen, di luar tarif universal 10 persen.

Kebijakan ini segera mengguncang pasar keuangan global. Bursa saham Australia (ASX 200) dilaporkan anjlok 142 poin atau 1,79 persen pada perdagangan Kamis (3/4/2025), dipimpin oleh penurunan tajam di sektor teknologi, properti, dan perbankan. (cnn/hm20)

REPORTER:

RELATED ARTICLES