Guru Besar USU: Pendidikan Harus Mengubah Mindset Peserta Didik


Guru besar Fakultas Teknik USU, Prof Sukaria Sinulingga (kiri) bersama Kepala BPMP Sumut, Tajuddin Idris. (f:susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Guru Besar Fakultas Teknik USU, Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga mengatakan bahwa pendidikan bukan sekedar memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi harus mampu mengubah mindset peserta didik.
Sukaria menegaskan, jika mindset seseorang tidak berubah, meskipun diberikan keterampilan, ia hanya akan cenderung melakukan sesuatu secara praktis tanpa memahami esensinya.
Menurutnya, mindset yang harus ditanamkan adalah berpikir kritis dan rasional. Namun, tidak boleh hanya didasarkan pada perasaan, melainkan harus berlandaskan pada pengetahuan yang telah dipelajari melalui konsep deep learning yakni pelajaran secara mendalam.
"Ketika seseorang menghadapi masalah, ia harus mencari celah untuk memperbaiki sesuatu, sekecil apapun perbaikannya. Proses perbaikan yang berulang-ulang inilah yang nantinya akan menghasilkan perubahan besar," kata Wakil Rektor IV USU periode 2005-2010 tersebut, pada Rabu (26/2/2025).
Menurutnya, konsep deep learning bukan hanya memahami mata pelajaran secara mendalam, tetapi mengajarkan anak hingga paling dasar.
"Jika kita hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan tanpa mengubah mindset, itu bukan deep learning. Karena manusia bertindak berdasarkan mindsetnya," ucapnya.
Wakil ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Sumut itu juga menekankan bahwa untuk meningkatkan daya saing bangsa, pendidikan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor utama.
Hal senada disampaikan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut, Tajuddin Idris, yang menyebutkan pendekatan dalam pendidikan saat ini adalah bagaimana agar siswa dapat memaknai pembelajaran sebagai kebutuhan.
Tajuddin menjelaskan bahwa program deep learning yang menjadi prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini bertujuan agar siswa secara aktif mencari ilmu, bukan hanya menerima dari guru.
Untuk itu, konsep joyful (menyenangkan), meaningful (bermakna), and mindful learning (pendekatan belajar), kata Tajuddin, perlu diperkuat. Tidak hanya untuk siswa, tetapi juga bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya.
BPMP Sumut, lanjutnya, akan terus melakukan advokasi ke daerah-daerah agar konsep ini dapat diterapkan dengan tepat.
“Rencananya setelah ada petunjuk yang lebih detail dari Jakarta, kami akan masuk ke dinas-dinas dulu. Karena kami tentunya punya keterbatasan untuk masuk ke semua satuan pendidikan yang puluhan ribu di Sumut ini,” tuturnya.
Ia menyebutkan akan memerlukan banyak advokat untuk mentransfer dari BPMP ke dinas pendidikan.
“Dari dinas pendidikan ke sekolah-sekolah atau ke guru-guru, lalu dari guru-guru baru ke siswa. Tapi ini pesannya berantai harus sama dari pangkal sampai ke hilir,” ucapnya lagi. (susan/hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Pembeli Mengeluh Harga Gula Pasir Mahal di Siantar