Thursday, April 3, 2025
home_banner_first
DAIRI-PAKPAK-KARO

BBPJN Sumut Diminta Tinjau Pemeliharaan Jalan Nasional Sidikalang-Sitinjo

journalist-avatar-top
Rabu, 2 April 2025 16.25
bbpjn_sumut_diminta_tinjau_pemeliharaan_jalan_nasional_sidikalangsitinjo

Pekerjaan tambal sulam jalan nasional Jalan Sisingamangaraja di Sidikalang. (f:manru/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut) diminta untuk meninjau kembali hasil pekerjaan pemeliharaan Jalan Nasional Sidikalang-Sitinjo di Kabupaten Dairi.

"Melihat hasil pekerjaan pemeliharan tambal sulam sepanjang jalan protokol Sidikalang begitu sangat memprihatinkan dan kualitas b buruk. Maka BBPJN kita minta segera tinjau kembali," tutur anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Alfriansyah Ujung ST di Sidikalang, Rabu (2/4/2025).

Menurut Politisi PDIP itu, hasil pekerjaan jalan nasional mulai dari Panji Bako Sitinjo - Siburabura - A Yani Batang Beruh - Jalan Sisingamangaraja sampai Jembatan KM2, terlihat menggelembung, berpori-pori, dan terlihat dikerjakan tidak profesional.

Sebelumnya, warga menyoroti pekerjaan tambal sulam aspal hotmix di sepanjang jalan protokol Sidikalang, Kabupaten Dairi.

Seorang pengurus Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Robinson Simbolon menyebut ada banyak kejanggalan dalam pengaspalan di sepanjang jalan protokol Sidikalang tersebut, sehingga aspal hotmix yang sudah dihampar diminta untuk dibongkar kembali.

Adapun alasan permintaan pembongkaran, karena pekerjaan itu diduga berlangsung tanpa pengawasan dari pihak Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Kemudian suhu aspal dipertanyakan karena bisa dipegang dengan artian suhu dibawah 60 derajat celcius.

"Tidak ada pengawas, konsultan, PPK dan penanggung jawab lapangan di sini. Kami pekerja menghampar," ujar seorang pekerja dan mengakui aspal hotmix itu didatangkan dari Dolok Sanggul Humbahas saat ditemui Mistar.

Robinson menuturkan pekerjaan pemeliharaan hotmix merupakan perawatan jalan menggunakan aspal panas. Pemeliharaan dilakukan untuk mencegah kerusakan jalan yang lebih besar dan memperpanjang usia jalan.

Terpisah, mengaku selaku koordinator lapangan (korlap) BBPJN bermarga Sinaga, ketika dihubungi via whatsApp menjawab,"Saya tadi ke lapangan dan cek aspal tersebut, pekerjaan tambal sulam tersebut ada pemeliharaannya. Kalau aspal tersebut tidak sesuai dengan spek, maka aspal tersebut tidak akan dibayarkan. Dan harus diperbaiki sesuai dengan speknya.Begitu penjelasan saya," tulis Sinaga.

Amatan di lapangan, sejumlah ruas jalan ditambal sulam di sepanjang Jalinsum Sitinjo - Sidikalang terlihat menggelembung dan tidak rapi, terkesan dikerjakan asal-asalan. (manru/hm27)

REPORTER:

RELATED ARTICLES